Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita
Iklan

IHSG Jatuh dan Rupiah Melemah Berdampak Pada Rakyat yang Tak Main Saham

Oleh: Sahat Simatupang*

IHSG anjlok dan rupiah melemah di tengah sorotan MSCI terhadap transparansi pasar modal. Simak dampaknya bagi masyarakat dan ekonomi Indonesia.

Bagikan:
Sahat Simatupang, aktivis '98 yang saat ini sebagai Jurnalis Tempo (foto: istimewa)
Sahat Simatupang, aktivis '98 yang saat ini sebagai Jurnalis Tempo (foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, KEPUTUSAN Morgan Stanley Capital International atau , yaitu sebuah perusahaan penyedia indeks pasar saham global serta alat analisis keuangan tengah mempertimbangkan menurunkan peringkat dari โ€œemerging marketโ€ ke โ€œstandalone marketโ€ bikin pialang saham dan pejabat negara pemain saham panik. Kenapa ? Mereka tak menyangka MSCI secepat itu menurunkan palu godam ancaman penurunan kasta pasar saham RI. Empat peringatan dari MSCI untuk pasar modal (pemerintah RI) intinya adalah transparansi dan integritas perdagangan saham.

curiga pasar saham RI seolah - olah dibeli publik padahal tidak. Pembeli saham tetap emiten itu juga dan penghuni atau pengendali emiten adalah pejabat negara.

Pasar keuangan Indonesia mengalami tekanan hebat pada Jumat 16, Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan anjlok 11,27 persen ke level 5.203,19. Sementara itu, rupiah menembus Rp18.000 lebih per dollar AS. Para pialang panik. Pemain saham panik. Apakah rakyat petani, buruh yang hidup dengan UMP dan pemulung yang tak mengerti apa itu saham akan terdampak ? Rasa - rasanya tidak.

Tapi....eits....ntar dulu Don. Kalau efeknya menjalar ke seluruh ekonomi seperti kartu domino. Yang pertama terdampak dari pelemahan IHSG adalah , harga barang dan biaya hidup akan naik. Dan ternyata benar. Jumat kemarin rupiah loyo tembus diatas Rp 18 rebon....gile..Tapi kata Don sekitar dua ke tiga bulan lalu rupiah akan menguat. Don politisi yang menembus bursa saham ya? Kok menebak rupiah bakal mengudara kembali ?

Atau mungkin akan ada emiten baru berlogo kepala burung garuda ya Don dengan kode mhk bukan mahaka ya tapi merahmuda hambalang kartelnegara.

, investor asing menarik uang. Dollar dibawa pulang ke negaranya masing - masing tinggal lah rupiah kesepian sendiri hehehe..nah dollar yang ditangan pepeng penguasa pengusaha atau politisi pemburu rente disimpan atau dijual ? Rasain lu....perusahan elu susah cari modal kalau dollar dalam jumlah jumbo dibawa pulang ke negaranya karena MSCI terlanjur tak percaya dengan RI. Jangan lu bilang antek - antek asing karena bos lu yang antek asing.

Dampak peringatan tepatnya ancaman MSCI kepada RI apa ?uang yang berputar menggerakkan ekonomi berkurang. Suku bunga dan nilai rupiah ikut terpengaruh akibat pengumuman MSCI itu.

Merespon MSCI polisi, OJK, DPR, BEI bergerak. OJK bilang ada tiga emiten yang curang, melanggar UU Pasar Modal atau UU P2SK. Dian Swastatika Sentosa (Tbk) ; Barito Renewables (Tbk) dan Petrindo Jaya Kreasi (Tbk). Adapun PSI super Tbk aman. Padahal PSI partai super terbuka (Tbk) hehehe...

Kita tunggu apakah isyarat MSCI soal trasparansi pasar saham sudah cukup dengan respon dalam negeri yang dilakukan polisi, OJK, DPR, BEI tersebut. Atau apakah ketiga emiten itu kambing hitam atas pelemahan IHSG dan pelemahan rupiah.

Yang jelas peringatan keras MSCI soal transparansi pengelolaan dana publik haruslah benar - benar dibaca sebagai ketidak percayaan investor asing kepada RI agar kita tak meresponnya dengan sikap arogan melainkan koreksi diri kedalam. Benarkah pengendali dan pemilik saham di pasar modal para politisi yang masuk ke emiten berpura - pura dana publik ? Yang jelas karena ulah politisi pemburu rente di pasar modal, rakyat yang tak main saham dan tak mengerti saham - saham, sebentar lagi akan menanggung dampak kenaikan harga dan PHK massal karena investor pulang ke negaranya meninggalkan RI.

*Penulis adalah aktivis '98 yang juga jurnalis Tempo

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait