Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Pemprov Sumut Pacu Pembangunan Kawasan Pertanian Unggulan Daerah

Klaim Stok Bulan Oktober Aman

Pemprov Sumut memacu pembangunan kawasan pertanian unggulan dan mengklaim stok pangan Oktober 2026 surplus untuk sejumlah komoditas.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut, Fariz Haholongan Hutagalung memaparkan progres strategis pangan, di Kantor Gubernur Sumut, Jumat (23/10/2026).(foto: diskominfo medan)
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut, Fariz Haholongan Hutagalung memaparkan progres strategis pangan, di Kantor Gubernur Sumut, Jumat (23/10/2026).(foto: diskominfo medan)
A A

Nusantaraterkini.co, ​MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara () terus memacu pengerjaan dan pengembangan kawasan pertanian unggulan di berbagai daerah. Hal ini dilakukan melalui skema intervensi Program Strategis Daerah (PSD) guna mendongkrak produktivitas serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

​Dalam program tersebut, membangun kawasan pertanian terpadu untuk komoditas padi, jagung, cabai merah, bawang merah, dan sapi potong, hingga fasilitas pendukung seperti rumah produksi kelapa dan kopi. 

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut, Fariz Haholongan Hutagalung, menjelaskan, intervensi lewat PSD ini dirancang untuk mendorong peningkatan hasil panen komoditas pangan secara bertahap.

​“Untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian, Pemprov Sumut melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan pun melakukan intervensi. Intervensi ini masuk ke dalam bagian Program Strategis Daerah (PSD),” kata Fariz dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Jumat (23/10/2026).

Dikatakannya, seluruh intervensi difokuskan pada satu hamparan yang dikelola satu kelompok tani, lengkap dengan paket bantuan serta kemitraan BUMD sebagai penampung hasil panen (offtaker).

Untuk pembangunan kawasan sapi potong, sebutnya, ada di empat wilayah, yakni Simalungun, Serdangbedagai, Asahan, dan Batubara. Saat ini dalam tahap konstruksi dan ditargetkan rampung pada minggu pertama Desember 2026. Lokasi ini nantinya bakal menampung sekitar 150 ekor sapi untuk penggemukan dan pengembangbiakan.

​Selain sektor peternakan, pengerjaan rumah produksi kelapa di Nias Utara telah mencapai progres 80 persen dengan target penyelesaian pada 6 November 2026.

"Sementara itu, tiga unit rumah produksi kopi, satu di Humbang Hasundutan dan dua di Tapanuli Utara, ditargetkan tuntas seluruhnya pada November 2026," lanjutnya.

​

Stok Pangan Aman

​Fariz menambahkan, sejumlah kawasan komoditas tanaman pangan sudah menunjukkan hasil kegiatan panen secara parsial. Kawasan tanaman padi yang disiapkan mencakup 10 kawasan seluas 300 hektare, di mana 44,5 hektare di antaranya telah panen dengan hasil 327,95 ton. 

Untuk tanaman jagung dari total 13 kawasan seluas 260 hektare, pemanenan sudah berlangsung pada lahan seluas 43 hektare dengan produksi mencapai 345,6 ton.

​Kondisi serupa terjadi pada tanaman hortikultura. Dari 15 kawasan cabai merah seluas 60 hektare, sebanyak 6 kawasan seluas 24 hektare telah panen dan menghasilkan 264 ton. Lalu dari 16 kawasan bawang merah seluas 48 hektare, sebanyak 6 kawasan seluas 18 hektare mencatatkan panen sebesar 299,4 ton.

​“Kebutuhan beras Oktober sebesar 116.433 ton. Produksi beras sekitar 144.066 ton. Jadi ada surplus beras sebesar 27.633 ton," sebutnya.

​Ketersediaan pasokan komoditas pangan daerah juga ditopang oleh produksi hortikultura dan peternakan lainnya. Pada Oktober 2026, produksi cabai merah tercatat 14.213 ton dari kebutuhan 9.855 ton, cabai rawit 7.594 ton dari kebutuhan 3.712 ton, serta bawang merah 5.021 ton umbi basah (setara 3.306 ton kondisi kering) berbanding kebutuhan 5.353 ton. 

"Di sektor peternakan, produksi daging sapi sebesar 1.773 ton, daging ayam ras 20.383 ton, serta telur ayam ras yang mencapai 53.810 ton," pungkasnya.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru