Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Sultan Deli dan Tokoh Agama Desak Penegakan Hukum Karhutla

Sultan Deli dan tokoh lintas agama di Sumut mendesak penegakan hukum terhadap pelaku karhutla, termasuk perusahaan sawit yang terbukti bersalah.

Sultan Deli XIV Mahmud Lamanjiji Perkasa Alam bersama sejumlah tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat di Sumatera Utara menyampaikan desakan bersama terkait penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).(foto: istimewa)
Sultan Deli XIV Mahmud Lamanjiji Perkasa Alam bersama sejumlah tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat di Sumatera Utara menyampaikan desakan bersama terkait penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).(foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, ​MEDAN — XIV bersama sejumlah tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat di Sumatera Utara menyampaikan desakan bersama terkait penanganan bencana (karhutla). Pihaknya meminta pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menindak tegas pihak-pihak yang terbukti menjadi penyebab bencana tersebut, termasuk kalangan korporasi.

​Pernyataan dan seruan bersama itu disampaikan bersama Ketua Umum Pengurus Besar Pendawa Indonesia Ruslan, KH Amirudin, KH Yudhikar Hadiyatuzi, Biku Utara Nanda, serta jajaran tokoh masyarakat lainnya. Selain mendorong proses penegakan hukum, para tokoh juga memanjatkan doa agar kebakaran lahan dapat segera teratasi sehingga dampak buruk terhadap ekosistem serta kesehatan masyarakat dapat diminimalkan.

​“Saya mendoakan agar karhutla yang terjadi di Negara Kesatuan Republik Indonesia bisa selesai dengan cepat dan dapat teratasi oleh pemerintah Republik Indonesia,” ujarnya seperti dilansir RMOL, Jumat (23/10/2026).

XIV juga menyatakan dukungannya terhadap langkah tegas pemerintah, khususnya yang menyasar pelaku dari sektor usaha perkebunan kelapa sawit yang terbukti memicu karhutla.

​“Saya juga mendukung penuh pemerintah Republik Indonesia untuk menindak tegas perusahaan-perusahaan sawit yang menyebabkan karhutla,” katanya.

​Dukungan serupa diutarakan Ketua Umum Pengurus Besar Pendawa Indonesia, Ruslan. Ia meminta pihak kepolisian beserta pemerintah menindak tegas oknum individu maupun korporasi yang sengaja melakukan pembakaran hutan. Penindakan hukum dinilai krusial agar memunculkan efek jera dan mencegah kejadian serupa kembali terulang di masa mendatang.

​Sorotan terkait dampak lingkungan dan potensi ancaman yang meluas turut disampaikan pendiri sekaligus pembina Pondok Pesantren Tasawudh dan Tahfizul Quran, KH Amirudin, yang menggelar doa bersama para santri. 

Sementara itu, KH Yudhikar Hadiyatuzi memperingatkan bahaya asap pembakaran yang dapat melintasi batas negara, serta menekankan perlindungan bagi satwa yang kehilangan habitat.

​“Apabila ulama dan umara ini bersatu, Insyaallah akan baik negaranya,” ujar Yudhikar.

​Tokoh Buddha Tamil, Biku Utara Nanda, ikut mendoakan agar krisis kebakaran hutan di berbagai daerah segera berakhir demi keberlangsungan ekosistem bagi generasi mendatang.

​“Semoga kebakaran hutan di negara kita segera berakhir, demi berlangsungnya generasi masa depan dan lingkungan hidup yang baik,” pungkasnya.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru