Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pedagang Lokal Raup Keuntungan Pasca Pembangunan Kolam Retensi Martubung

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Elvirida Lady Angel Purba
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Suasana kolam retensi Martubung. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, MEDAN – Pembangunan kolam retensi di kawasan Martubung kini mulai memberikan dampak positif bagi perekonomian warga setempat.

Dengan luas sekitar 10 hektar dan lanskap yang terus ditata, kolam retensi ini semakin ramai dikunjungi, terutama pada akhir pekan sebagai destinasi favorit bagi keluarga untuk bersantai dan menikmati pemandangan.

Baca Juga : Rico Waas Minta Kawasan Kolam Retensi Martubung Dijaga dan Dirawat dengan Baik

Salah satu pedagang yang merasakan dampak positif tersebut adalah Suyono (57), penjual jagung bakar, es kelapa muda, dan minuman kemasan. Sebelum pembangunan kolam retensi, omzet hariannya hanya berkisar Rp400.000, namun setelah kolam retensi dibangun dan menarik banyak pengunjung, omzetnya melonjak signifikan.

Baca Juga : Kolam Retensi Selayang Ditarget Selesai Oktober

“Sekarang, Alhamdulillah, omzet saya bisa mencapai Rp400.000 per hari. Kalau akhir pekan, bahkan bisa lebih dari Rp700.000,” katanya kepada Nusantaraterkini.co, Kamis (24/10/2024). 

Suyono sudah berjualan di sekitar Martubung selama hampir dua dekade, dan ia merasa infrastruktur ini membawa angin segar bagi keberlangsungan usaha kecil seperti miliknya.

Baca Juga : Gudang Narkotika Jaringan Internasional di Martubung Digerebek, Puluhan Ribu Butir Pil Ekstasi dan 26 Kg Sabu Disita

Ia menceritakan bahwa sebelum adanya kolam retensi, kawasan ini lebih sepi dan kerap dilanda banjir, membuat warga enggan mengunjungi atau sekadar lewat di daerah tersebut.

Baca Juga : Rencana Pelarangan Impor Pakaian Bekas Dinilai Berpotensi Memukul Ekonomi Rakyat di Medan

“Dulu, tempat ini sering banjir. Orang-orang malas datang karena takut terjebak air. Tapi sekarang, dengan adanya kolam ini, masalah banjir sudah jauh berkurang. Sekarang orang dari berbagai daerah mulai datang, terutama kalau cuacanya bagus. Saya juga bisa jual lebih banyak, untung saya naik hampir dua kali lipat," ungkapnya sambil melayani beberapa pelanggan yang tengah menikmati jagung bakarnya.

Suyono berharap agar pemerintah dan pihak terkait terus memperhatikan pengembangan kawasan ini, khususnya fasilitas umum seperti taman bermain, tempat duduk, dan akses jalan yang lebih baik. 

Baca Juga : Pedagang Pakaian Bekas di Kota Medan Tolak Rencana Penindakan Pemerintah

“Kalau fasilitasnya semakin lengkap, saya yakin pengunjung akan bertambah, dan itu pasti akan membawa dampak positif bagi kami, para pedagang kecil,” ujar Suyono.

Suyono juga mengungkapkan bahwa pembangunan kolam retensi tak hanya membawa keuntungan finansial, tetapi juga perubahan gaya hidup. Warga sekitar, yang dulunya mengeluhkan banjir dan lingkungan yang kurang terawat, kini mulai beraktivitas di sekitar kolam, baik sekadar untuk berjalan-jalan, berolahraga, atau bersosialisasi dengan tetangga.

“Saya lihat banyak yang bawa keluarganya untuk piknik di sini. Ada yang jalan-jalan pagi, ada juga yang jogging sore-sore. Kalau sore, tempat ini ramai sekali, dari anak muda sampai orang tua semua kumpul di sini. Ini bikin suasana lebih hidup,” jelasnya.

Tak hanya Suyono, beberapa pedagang lain di sekitar kolam retensi juga merasakan manfaat yang sama. Penjual makanan ringan dan minuman dingin mulai menjamur, sementara usaha kecil seperti penyewaan sepeda air dan perahu bebek mulai dirintis oleh beberapa warga setempat.

“Dulu, saya sempat khawatir usaha saya tidak akan bertahan lama. Tapi sekarang, saya justru berpikir untuk terus mengembangkan bisnis ini, mungkin nanti bisa buka gerobak minuman es atau camilan lainnya,” ungkapnya sambil tertawa.

Salah satu masyarakat bernama Malikha, juga merasakan manfaat kolam retensi yang berada didekat rumahnya.

"Setelah pembangunan ini, saya jadi ada tempat jalan sore, kadang jadi tempat ngumpul sama teman juga. Yah, baguslh view-nya juga." Ungkap Malikha.

Dengan adanya kolam retensi Martubung, warga sekitar kini tak hanya menikmati manfaat infrastruktur yang mengatasi masalah banjir, tetapi juga mendapatkan keuntungan ekonomi melalui peningkatan aktivitas wisata dan perdagangan di wilayah tersebut. Kolam retensi ini telah menjadi simbol perubahan yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat lokal.

(Cw9/Nusantaraterkini.co)