Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

PDIP Sindir Dukungan Super Parpol ke Bobby karena Mertua, Ini Kata Pengamat

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Bobby Nasution. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Pengamat Politik Universitas Padjajaran (Unpad) Idil Akbar mengakui jika pengaruh Presiden Jokowi masih menjadi magnet super parpol yang mendukung Bobby Nasution di Pilkada Sumatera Utara (Sumut). 

Hal ini disampaikannya merespons pertanyaan Ketua DPP PDIP Djarot Syaiful Hidayat yang menilai Bobby Nasution diusung oleh partai politik di Sumut lantaran kapabilitas sang mertua, Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca Juga : Gedung UMKM Square USU Belum Kunjung Beroperasi, Aktivitas Pekerja Proyek Tak Terlihat

"Ya, sebenarnya tidak bisa dielakkan lagi, parpol pendukung Bobby masih memandang Jokowi, karena mereka tau Bobby adalah menantu Jokowi, yang pasti salah satu faktor dukungannya seperti itu," katanya, Kamis (11/7/2024).

Baca Juga : Persiapan Haji 1447 H, Gubernur Bobby Nasution Tekankan Mental Melayani bagi Petugas Sumut ​

Karena itu, jika ingin membantah semua sindiran yang disampaikan PDIP, maka Bobby bersama super parpol pengusung dan pendukungnya harus membuktikan kerjasama yakni memenangkan Pilkada Sumut tanpa ada campur tangan Jokowi.

"Ini harus dibuktikan oleh Bobby dan parpol yang mendukungnya. Karena kalau masih mengantungkan kepada Jokowi, maka sindiran PDIP itu bisa nyata dan realita, karena kita sama-sama tau waktu pilpres kemarin sudah ada pelajaran disana," tegasnya.

Baca Juga : Ini Alasan Bobby Nasution tak Hadiri Penetapan Dirinya sebagai Calon Gubernur Sumut Terpilih

Sementara itu, Politisi Partai NasDem Irma Suryani Chaniago merespons pernyataan Ketua DPP PDIP Djarot Syaiful Hidayat tersebut. 

Baca Juga : MK Tolak Gugatan Hasil Perselisihan Pemilihan Calon Gubernur Sumut dan Walikota Medan

Irma menegaskan tak akan ada lagi yang takut dengan presiden, lantaran masa jabatannya akan berakhir.

"Menurut saya karena dia (Bobby Nasution) berprestasi. Saat ini Jokowi sebentar lagi lengser, siapa pula yang takut dengan beliau?" katanya.

Baca Juga : MK Tolak Gugatan UU MD3, Pengamat: Terlalu Dipaksakan

Karena itu Irma menyayangkan jika Presiden Jokowi selalu dibawa atas keputusan setiap partai politik. Ia pun menyinggung hak seseorang untuk dipilih dan memilih.

Baca Juga : PAN Dukung Putusan MK Tolak Gugatan Masa Jabatan Ketum Parpol

"Kasihan juga kalau semua ditimpakan pada Jokowi. Karena dalam konstitusi kita kan juga mengatakan, setiap orang berhak memilih dan dipilih," katanya.

Irma menuturkan NasDem memiliki pertimbangan sendiri dalam mengusung calon di Pilkada. Ia menyebut NasDem selalu berpegang pada prinsip 'play to win' atau bermain untuk mencapai kemenangan.

"NasDem beri dukungan kepada Paslon siapa pun, tetap berpegang pada survei elektabilitas. Karena NasDem punya tagline 'play to win' main dan menang karena dalam mendukung Paslon berdasarkan hasil survei elektabilitas," pungkasnya.

Diketahui, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat sebelumnya menanggapi kontestasi Pilgub Sumut di mana salah satu bakal calonnya yakni Bobby Nasution. 

Bobby sendiri sudah mengantongi dukungan dari sebagian besar partai atau disebut super koalisi. Antara lain Partai Gerindra, PAN, Demokrat, Golkar, PKB dan PPP.

Djarot pun melempar pertanyaan apakah partai-partai super koalisi yang sudah menyatakan mendukung Bobby benar-benar mendukung Bobby atau mertuanya alias Presiden Jokowi.

(cw1/nusantaraterkini.co)