Nusantaraterkini.co, JAKARTA-Komitmen Indonesia dalam mendukung stabilitas di kawasan konflik memasuki babak baru dengan rencana pengiriman korps perdamaian dalam skala besar. Sebanyak 8.000 prajurit TNI tengah dipersiapkan untuk bertolak menuju Gaza, sebuah langkah yang dijadwalkan rampung pada pengujung semester pertama tahun ini. Penugasan ini dirancang dalam dua fase utama sebagai bentuk respons aktif negara terhadap krisis kemanusiaan yang berkepanjangan.
Kadispenad Donny Pramono mengungkapkan bahwa mobilisasi awal akan melibatkan satuan perintis yang diproyeksikan berangkat lebih awal guna menyiapkan landasan operasional di lapangan.
Baca Juga : MKD Tutup Polemik, Adies Kadir Dinyatakan Lolos Tanpa Pelanggaran
“Sekitar 1.000 personel ditargetkan dalam kondisi siap berangkat awal April 2026 dan seluruh elemen 8.000 personel ditargetkan siap berangkat paling lambat akhir Juni 2026,” ujar Donny memberikan rincian terkait linimasa keberangkatan.
Baca Juga : Pekerja UMKM Terpinggirkan, Komisi IX Tekan Pemda Buat Perda Perlindungan THR
Kendati kesiapan fisik dan logistik terus dimatangkan, operasionalisasi misi ini tetap berada di bawah kendali penuh otoritas tertinggi negara. Pemerintah menegaskan bahwa pergerakan pasukan ke zona konflik tersebut masih menunggu instruksi final dan keputusan politik dari Presiden Prabowo Subianto. Hal ini krusial mengingat kompleksitas negosiasi internasional yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan global.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pengerahan kekuatan ini merupakan manifestasi dari konstitusi dan sikap tegas Indonesia terhadap kedaulatan Palestina.
Baca Juga : Ajakan MUI: Jadikan Mihrab Masjid Suara Lantang untuk Kemerdekaan Palestina
“Kemungkinan kita akan (kirim) kurang lebih di angka 8.000. Kalau sewaktu-waktu sudah dicapai kesepakatan dan kita harus mengirim pasukan perdamaian sebagai sebuah komitmen, itu akan kita lakukan,” kata Prasetyo, seperti dilansir RMOL
Baca Juga : Wapang TNI dan Wamenhan RI Bahas Penguatan Alutsista dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI
Di sisi teknis, TNI telah menginstruksikan jajarannya untuk menyeleksi personel dengan keahlian spesifik. Fokus utama bukan pada pertempuran ofensif, melainkan pada pemulihan infrastruktur, bantuan medis, dan upaya rekonstruksi pasca-konflik. Koordinasi intensif antara Mabes TNI dan otoritas perdamaian dunia terus berjalan untuk memastikan karakter pasukan yang dikirim sesuai dengan kebutuhan mendesak di Gaza.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Sekjen PBB Tegaskan Permukiman Israel di Tepi Barat Ilegal dan Langgar Hukum Internasional
