Limbah FABA PLTU Pangkalan Susu Diduga Diperjualbelikan, Modus Pakai MoU Desa
Beredar isu jika limbah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) PLTU Pangkalan Susu diduga diperjualbelikan atau dikomersilkan oleh oknum.
Nusantaraterkini.co, LANGKAT - Beredar isu jika limbah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) PLTU Pangkalan Susu diduga diperjualbelikan atau dikomersilkan oleh oknum yang tak bertanggungjawab.
Menyikapi isu ini wartawan pun menggali sejumlah informasi dilapangan.
Perlu diketahui, jika ada peminat limbah FABA yang ingin mengambil, tidak serta merta begitu saja. Ada sejumlah persyaratan bahkan nota kesepakatan (MoU) yang dilakukan antara kedua belah pihak.
Belakangan beberapa desa di Kabupaten Langkat melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sudah melalukan hal tersebut. Di mana FABA dimanfaatkan atau diolah menjadi campuran pembuatan paving block.
Namun hal ini diduga dimanfaatkan atau dijadikan modus oleh oknum yang tak bertanggung jawab. Caranya, oknum tersebut disebut-sebut memakai atau meminjam MoU salahsatu desa untuk mengambil FABA dan diperjualkanbelikan.

Tentunya diduga sudah ada kesepakatan antara onkum dan pihak desa.
Saat dikonfirmasi orang yang disebut-sebut memperjualbelikan FABA yaitu bernama Antoni.
Saat dikonfirmasi Antoni membantah tak melakukan hal itu. Ia mengatakan, jika FABA diambil dan diproses terlebih dahulu.
"Kita proses dulu, kita jadikan batako," ujar Antoni sembari mengatakan jika tempat proses pembuatan batakonya tepat berada di depan PLTU Pangkalan Susu.
Kemudian, salahseorang narasumber yang meminta identitasnya tak ingin disebutkan mengatakan, jika belakangan truk tangki yang membawa limbah FABA diduga milik Antoni sudah tak mampir ke tempat proses pembuatan batako.
Hal ini tak luput dari amatan wartawan saat berada disekitar lokasi PLTU. Jika memang benar truk tangki bermuatan limbah tak mampir ditempat proses pembuatan batako.
"Belakangan truk tangki ini sudah gak masuk ke tempat itu (tempat proses pembuatan batako di depan PLTU Pangkalan Susu). Jadi ambil FABA dari dalam, langsung dibawa entah kemana, gak tau kami tujuannya," ujar sumber.
"Menurut kami PLTU dalam hal ini kecolongan dalam pengawasan pemanfaatan limbah FABA ini," sambungnya.
Parahnya lagi, saat wartawan menghubungi kepala desa di Kabupaten Langkat berinisial FR yang diduga bekerjasama dengan orang yang memperjualbelikan limbah FABA melalui BUMDesnya, secara tak langsung membenarkan hal itu.
"Waalaikumsallam, saya tanya dulu dengan pengurus BUMDesnya ya," ujar FR ketika ditanya wartawan berapa harga satu tangki limbah FABA.
Meski begitu, hingga berita ini diterbitkan FR tak memberitahu harga limbah FABA pertangkinya, walaupun wartawan sudah berupaya bertanya berapa taksiran harganya.
Sementara itu, Humas PLTU Pangkalan Susu, Budi menegaskan jika limbah FABA dari PLTU tidak diperjualbelikan.
"Untuk pengambilan FABA itu ada MoU dengan BUMDes. Kalau terkait atasnama Antoni itu, ijin awak cari informasi dulu ya, soalnya belum tau nama yang bersangkutan itu siapa dan sebagai apa," ucap Budi. (rsy/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SEPAKBOLAKlasemen Piala ASEAN FIFA: Indonesia Tempati Posisi Kedua
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
NEWSDirjen PAS Ungkap 13 Rumah Dinas di Lapas Cibinong Tak Tercatat sebagai Aset Negara
hendra·6 jam yang lalu -
KESEHATANRico Waas: Dukungan Suami Kunci Lahirkan Generasi Unggul
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
SEPAKBOLAIndonesia Imbang Lawan Malaysia, Kartu Merah Haye Jadi Sorotan
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
RELIGIPeringati Maulid Nabi, Rico Waas Ajak Warga Atasi Masalah Medan
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
SUMATERA TERKINIBupati Pasaman Barat Jenguk Korban Serangan Buaya di RSUD
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
KOTA MEDANRico Waas Minta Bangso Batak Jaga Budaya dan Rangkul Anak Muda
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
NEWSTNI Gagalkan Penyelundupan 16,4 Kg Sabu di Perbatasan Malaysia
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
KOTA MEDANPemko Medan Paparkan Capaian Penanganan Bencana kepada Satgas PRR
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan