Kepungan Asap Karhutla Selimuti Palembang dan Jambi, Bantuan Armada Udara Disiagakan
Asap karhutla Sumsel mengepung Palembang dan Jambi. Pemerintah siagakan helikopter water bombing, ekskavator, pompa air, dan sumur bor.
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas di wilayah Sumatera Selatan hingga memicu sebaran asap yang mulai mengepung Kota Palembang dan Provinsi Jambi. Pergerakan angin membawa asap dari titik-titik kebakaran aktif di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba), dan Banyuasin.
Berdasarkan pemantauan arah angin, asap yang masuk ke dataran rendah Palembang didominasi dari kebakaran lahan di Kecamatan Cengal, Pangkalan Lampam, dan Tulung Selapan. Sementara itu, wilayah Jambi terdampak sebaran asap dari karhutla di Muba dan Banyuasin.
Eskalasi kebakaran yang terjadi lebih cepat dari perkiraan sejak Juli 2026 ini, memicu pemerintah pusat untuk mempercepat penyaluran bantuan armada udara dan peralatan teknis ke Sumatera Selatan.
“Kalau berdasarkan arah angin, asap kita ini banyak dari OKI. Dari Cengal, Pangkalan Lampam, Selapan. Asap akibat kebakaran di sana terbawa angin ke Palembang,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, Iqbal Alisyahbana, Selasa (25/8/2026).
Iqbal menjelaskan, tren penanganan karhutla di Sumsel sebenarnya terus membaik jika dibandingkan dengan histori bencana tahun 2015. Namun, kondisi cuaca tahun 2026 memberikan tantangan ekstra berat karena siklus El Nino dan puncak suhu panas ekstrem maju lebih cepat dari jadwal tahunan yang biasanya terjadi pada September.
Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, daerah, TNI-Polri, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mengendalikan penyebaran titik api di wilayah gambut.
“Kalau kita lihat dari tren histori dari 2015, penanganan ini sudah semakin bagus. Cuma memang El Nino kita ini yang biasanya siklus empat tahun, ini lebih cepat,” tuturnya.
Guna memperkuat penanggulangan karhutla, pemerintah pusat mengerahkan dukungan armada udara tambahan yang dijadwalkan tiba di Palembang pada, Jumat (28/8/2026).
Selain helikopter water bombing, bantuan teknis berupa 20 unit ekskavator, 500 unit pompa air, sumur bor, serta kendaraan operasional akan langsung didistribusikan ke daerah rawan. Ekskavator tersebut difungsikan bersama jajaran TNI untuk membuat sekat kanal dan memperdalam embung guna menjaga ketersediaan pasokan air di lahan gambut.
“Helikopter tanggal 28 ini insyaallah datang satu. Ekskavator ini ketika datang akan langsung didistribusikan ke daerah-daerah yang memiliki potensi rawan. Secepatnya,” katanya.
BPBD mengapresiasi respons cepat Presiden dan pemerintah pusat dalam menambah unit peralatan setelah eskalasi kebakaran meningkat signifikan akibat pengaruh iklim.
“Bantuan peralatan dari pemerintah pusat dari awal sudah ada. Cuma jumlahnya memang tidak sesuai dengan eskalasi. Karena eskalasi meningkat, makanya ada percepatan untuk penanganan ini,” tandasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSTNI Raih Empat Rekor MURI Melalui Kegiatan Bersama Masyarakat
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWSMagangHub Batch 2 Dimulai Hari Ini, Peserta Diminta Bersiap
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
E-SportKlasemen MPL ID S18: TLID Kokoh di Puncak, EVOS Beri Kejutan, Peluang RRQ Menipis
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NEWSWorld Cleanup Day 2026, Wali Kota Binjai Ajak Warga Jadikan Gotong Royong Budaya
hendra·9 jam yang lalu -
E-SportKejar Peningkatan Prestasi Nasional, ESI Sumut Gelar Kejurprov Esport 2026
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
KRIMINALVideo Porno “A Day in My Life” Viral, Dua Pria Gay di Bogor Diamankan Polisi
hendra·9 jam yang lalu -
E-SportJungler Magang Rendyyy Bersinar Gantikan Alberttt, EVOS Tumbangkan TLID 2-1
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
NEWSSekda Lampung Tengah Welly Adiwantra Ditahan, Terseret Kasus 382 Honorer di Metro
hendra·10 jam yang lalu -
SUMSELTerbukti Setubuhi Anak di Bawah Umur, Pemuda 21 Tahun Diringkus Satreskrim Polres OKU
hendra·11 jam yang lalu -
KESEHATANKasus Influenza A Meningkat di Indonesia, Kenali Gejala, Cara Penularan dan Pencegahannya
hendra·12 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan