Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Sebanyak 1.341 Kejadian Kekerasan Perempuan dan Anak di Sumut Hingga November

Pemprov Sumut Tangani 200 Kasus

Pemprov Sumut menangani 200 dari 1.341 kejadian kekerasan perempuan dan anak hingga November 2026 melalui jalur pidana dan restorative justice.

Bagikan:
Kepala Dinas P3AKB Sumut, Dwi Endah Purwanti, dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu (4/11/2026). (foto: diskominfo sumut)
Kepala Dinas P3AKB Sumut, Dwi Endah Purwanti, dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu (4/11/2026). (foto: diskominfo sumut)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN-Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mencatat penurunan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak hingga November 2026. Data menunjukkan jumlah kasus tercatat sebanyak 1.341 kejadian.

​Informasi ini disampaikan oleh Kepala Dinas P3AKB Sumut, , dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu (4/11/2026). 

"Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun 2025 yang sempat mencapai 1.975 kasus dan 1.822 selama tahun 2024," ujar .

Dikatakannya, dari jumlah tersebut Pemprov Sumut telah secara langsung menangani 200 kasus kekerasan pada periode tersebut. "Penanganan dilakukan melalui jalur hukum pidana serta pendekatan restorative justice," lanjutnya.

​Disebutkannya, jalur pidana ditempuh untuk memproses dugaan tindak pidana sesuai dengan ketentuan hukum. Sebanyak 78 kasus ditangani lewat jalur pidana, dengan 39 di antaranya telah rampung.

​Sementara itu, sebanyak 122 kasus lainnya ditangani melalui pendekatan restorative justice. Penanganan ini berfokus pada pemulihan korban serta pertanggungjawaban pelaku sesuai aturan.

​Dwi menegaskan, kasus Tindak Pidana Kekerasan Seksual tidak diselesaikan secara restorative justice. Penanganan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) tetap wajib diproses sepenuhnya melalui jalur hukum pidana.

​"Selain penindakan, Pemprov Sumut juga menjalankan program CHILL untuk mendampingi para remaja. Program edukatif ini menyasar siswa sekolah di wilayah rentan dan kawasan terdampak bencana," pungkasnya.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru