Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

IHSG Hari Ini Berpeluang Rebound ke 6.231, Simak Rekomendasi Saham

IHSG hari ini berpeluang menguat ke 6.231. Simak analisis MNC Sekuritas, level support-resistance, serta rekomendasi saham INKP, KLBF, RAJA dan AADI.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan, IHSG hari ini. (Foto: istimewa)
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan, IHSG hari ini. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang bangkit pada perdagangan Jumat (9/10/2026), setelah mengalami tekanan jual yang cukup kuat pada sesi sebelumnya. Meski demikian, pelaku pasar perlu mencermati sejumlah level teknikal yang berpotensi menentukan arah pergerakan indeks.

Pada penutupan perdagangan Kamis (8/10/2026), IHSG melemah 1,88 persen ke posisi 6.031. Koreksi tersebut menunjukkan tekanan jual masih membayangi pergerakan pasar saham domestik.

Riset MNC Sekuritas menilai IHSG masih memiliki peluang untuk bergerak naik dalam skenario teknikal terbaik. Indeks diperkirakan dapat menguji area celah harga atau gap pada kisaran 6.227–6.231.

Namun, potensi penguatan tersebut tetap perlu diwaspadai karena IHSG masih berisiko melanjutkan koreksi apabila menembus level support tertentu.

“Best case, IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave c, sehingga masih berpeluang menguat untuk menguji area gap di 6.227–6.231,” tulis riset MNC Sekuritas.

MNC Sekuritas juga mengingatkan bahwa IHSG berpotensi terkoreksi lebih dalam menuju rentang 5.850–5.911 apabila menembus level 5.973. Sementara itu, area 6.008–6.025 menjadi rentang koreksi jangka pendek yang perlu diperhatikan investor.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan memiliki level support di 6.018 dan 5.973. Adapun resistance berada pada level 6.297 dan 6.376.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Selain memantau arah IHSG, investor dapat mencermati sejumlah saham pilihan yang masuk dalam analisis teknikal MNC Sekuritas. Saham-saham tersebut meliputi PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), serta PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).

1. INKP — Buy on Weakness

Saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) ditutup turun 0,91 persen ke level Rp8.200. Pergerakannya masih dibayangi peningkatan tekanan jual dan berada di bawah kelompok indikator moving average (MA) 20 dan MA60.

Berdasarkan analisis gelombang atau wave, INKP diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (b) dalam wave [b] pada label hitam.

Strategi yang dapat dicermati adalah buy on weakness, yakni membeli saat harga melemah di area yang telah ditentukan, dengan tetap memperhatikan risiko .

Area beli: Rp8.050–Rp8.200

Target harga: Rp8.525 dan Rp8.725

Stop loss: di bawah Rp7.925

2. KLBF — Buy on Weakness

Berbeda dengan IHSG yang terkoreksi, saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) justru mencatatkan penguatan 2,65 persen ke level Rp775.

Kenaikan tersebut disertai peningkatan volume pembelian. Selain itu, harga KLBF berhasil menembus MA60, yang menjadi salah satu indikator teknikal dalam membaca tren pergerakan saham.

MNC Sekuritas memperkirakan KLBF sedang berada pada tahap awal wave (C) dari wave [A]. Dengan kondisi tersebut, saham ini masuk dalam daftar yang dapat dicermati menggunakan strategi buy on weakness.

Area beli: Rp740–Rp760

Target harga: Rp810 dan Rp830

Stop loss: di bawah Rp715

3. RAJA — Buy on Weakness

Saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) melemah 1,48 persen ke level Rp665. Tekanan jual pada saham ini cenderung meningkat sehingga investor perlu memperhatikan perkembangan harga pada sesi perdagangan berikutnya.

Dari sisi analisis gelombang, RAJA diperkirakan berada pada tahap awal wave A dari wave (Y).

MNC Sekuritas memasukkan RAJA dalam kategori buy on weakness, dengan rentang harga beli yang berada di bawah posisi penutupan sebelumnya.

Area beli: Rp645–Rp660

Target harga: Rp730 dan Rp760

Stop loss: di bawah Rp605

4. AADI — Sell on Strength

Sementara itu, saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) turun 3,10 persen ke posisi Rp11.725. Tekanan jual masih mendominasi pergerakan saham tersebut, bahkan koreksinya telah menembus MA20.

MNC Sekuritas memperkirakan AADI berada pada bagian awal wave C dari wave (B). Kondisi ini mengindikasikan masih adanya risiko penurunan harga dalam analisis teknikal yang digunakan.

AADI berpotensi melanjutkan koreksi menuju kisaran Rp9.975–Rp10.650, sekaligus menutup area gap yang terbentuk sebelumnya.

Strategi yang disarankan adalah sell on strength, yaitu mempertimbangkan penjualan ketika harga mengalami penguatan ke area tertentu.

Area jual: Rp11.875–Rp12.025

Investor Perlu Memperhatikan Risiko Pasar

Peluang pemulihan IHSG pada perdagangan Jumat tetap bergantung pada kemampuan indeks bertahan di area support serta perkembangan tekanan jual di pasar. Level 5.973 menjadi salah satu batas teknikal penting yang perlu diperhatikan karena penembusan level tersebut dapat membuka ruang koreksi lebih dalam.

Di sisi lain, peluang pengujian area 6.227–6.231 masih menjadi skenario penguatan yang dicermati dalam analisis MNC Sekuritas.

Investor sebaiknya tetap mempertimbangkan profil risiko, likuiditas saham, serta perkembangan pasar sebelum mengambil keputusan transaksi. Target harga dan level stop loss dalam analisis teknikal bukan merupakan jaminan hasil .

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait