Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

13 Jam Terombang-ambing, Empat Nelayan asal Belawan jadi Korban Tabrak Lari Kapal Tuna Taiwan di Selat Malaka

Empat nelayan Belawan selamat usai 13 jam mengapung di jeriken setelah kapalnya ditabrak kapal Taiwan

Sebanyak empat orang nelayan asal Belawan berhasil diselamatkan oleh kapal Indiana (kapal kargo) WL Westfal Larsen dan diserahkan ke kapal SAR Dumai, Kamis (8/10/2026). (Foto: istimewa)
Sebanyak empat orang nelayan asal Belawan berhasil diselamatkan oleh kapal Indiana (kapal kargo) WL Westfal Larsen dan diserahkan ke kapal SAR Dumai, Kamis (8/10/2026). (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Empat nelayan asal Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), mengaku menjadi korban di perairan .

Kapal Motor (KM) Rezeki GT 5 yang mereka tumpangi terbelah dua usai dihantam kapal pancing tuna berbendera Taiwan.

Keempat korban selamat tersebut, yakni Marlan Hasibuan, bersama tiga anak buah kapalnya (ABK) Mhd Sholeh, M. Hanafi, dan Samsul.

Berdasarkan pengakuan Marlan sebagai nahkoda kapal, insiden mengerikan itu membuat mereka terombang-ambing selama 13 jam di tengah laut lepas.

Peristiwa itu terjadi di titik koordinat 13°28'560" N - 99°28'500" E, Minggu (5/10/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Saat kejadian, para korban tengah beristirahat melempar jangkar usai tiga hari melaut mencari ikan.

Di tengah kegelapan dini hari, sebuah kapal asing mendadak mendekat. Marlan mengingat jelas bahwa perahu yang menerjang perahunya merupakan kapal pancing ikan tuna berbendera Taiwan dengan dominasi warna biru dan putih.

"Begitu ditabrak, kapal kami langsung putus dua. Saya melompat ke laut, sementara anggota saya kecampak (terlempar-red)," ungkap Marlan, Jumat (9/10/2026).

Bukannya memberikan pertolongan, kapal asing tersebut justru tancap gas meninggalkan para korban. Tidak ada pelampung, keempatnya terpaksa hanya memeluk jeriken plastik dan serpihan kayu kapal agar tidak tenggelam disapu ombak.

Setelah belasan jam bertaruh nyawa, pertolongan akhirnya datang sekitar pukul 17.00 WIB. Kapal kargo berbendera Indiana, WL Westfal Larsen, yang melintas di lokasi langsung menurunkan sekoci untuk melakukan penyelamatan.

Kapal kargo tersebut lalu menghubungi Tim SAR untuk meminta bantuan evakuasi.

"Tim SAR Dumai mengantarkan kami kembali ke Medan. Pada Selasa (6/10/2026) pagi, kami akhirnya tiba di rumah," tambah Marlan.

Akibat musibah tersebut, satu-satunya perahu pencari nafkah milik mereka hancur tenggelam. Total kerugian material yang dialami para korban ditaksir mencapai Rp500 juta.

(Ton/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait