13 Jam Terombang-ambing, Empat Nelayan asal Belawan jadi Korban Tabrak Lari Kapal Tuna Taiwan di Selat Malaka
Empat nelayan Belawan selamat usai 13 jam mengapung di jeriken setelah kapalnya ditabrak kapal Taiwan
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Empat nelayan asal Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), mengaku menjadi korban tabrak lari di perairan Selat Malaka.
Kapal Motor (KM) Rezeki GT 5 yang mereka tumpangi terbelah dua usai dihantam kapal pancing tuna berbendera Taiwan.
Keempat korban selamat tersebut, yakni Marlan Hasibuan, bersama tiga anak buah kapalnya (ABK) Mhd Sholeh, M. Hanafi, dan Samsul.
Berdasarkan pengakuan Marlan sebagai nahkoda kapal, insiden mengerikan itu membuat mereka terombang-ambing selama 13 jam di tengah laut lepas.
Peristiwa itu terjadi di titik koordinat 13°28'560" N - 99°28'500" E, Minggu (5/10/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Saat kejadian, para korban tengah beristirahat melempar jangkar usai tiga hari melaut mencari ikan.
Di tengah kegelapan dini hari, sebuah kapal asing mendadak mendekat. Marlan mengingat jelas bahwa perahu yang menerjang perahunya merupakan kapal pancing ikan tuna berbendera Taiwan dengan dominasi warna biru dan putih.
"Begitu ditabrak, kapal kami langsung putus dua. Saya melompat ke laut, sementara anggota saya kecampak (terlempar-red)," ungkap Marlan, Jumat (9/10/2026).
Bukannya memberikan pertolongan, kapal asing tersebut justru tancap gas meninggalkan para korban. Tidak ada pelampung, keempatnya terpaksa hanya memeluk jeriken plastik dan serpihan kayu kapal agar tidak tenggelam disapu ombak.
Setelah belasan jam bertaruh nyawa, pertolongan akhirnya datang sekitar pukul 17.00 WIB. Kapal kargo berbendera Indiana, WL Westfal Larsen, yang melintas di lokasi langsung menurunkan sekoci untuk melakukan penyelamatan.
Kapal kargo tersebut lalu menghubungi Tim SAR untuk meminta bantuan evakuasi.
"Tim SAR Dumai mengantarkan kami kembali ke Medan. Pada Selasa (6/10/2026) pagi, kami akhirnya tiba di rumah," tambah Marlan.
Akibat musibah tersebut, satu-satunya perahu pencari nafkah milik mereka hancur tenggelam. Total kerugian material yang dialami para korban ditaksir mencapai Rp500 juta.
(Ton/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
EKONOMIRupiah Kian Tertekan, Pekan Depan Berpotensi Tembus Rp18.000 per Dolar AS
hendra·11 menit yang lalu -
POLITIKPutusan MK soal Gibran, Pengamat: Harapan Politik Jokowi Bisa Bertumpu ke Kaesang
Rozie Winata·40 menit yang lalu -
POLITIKEka Widodo Usulkan Pansus DPR Usut Polemik Ijazah Gibran Pasca-Putusan MK
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
PERISTIWAHNSI Sumut Desak Usut Tuntas Kasus Kapal Asing Tabrak Nelayan di Selat Malaka
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMSELAtasi Karhutla, Sumsel Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Picu Hujan di Titik Rawan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
PERISTIWA13 Jam Terombang-ambing, Empat Nelayan asal Belawan jadi Korban Tabrak Lari Kapal Tuna Taiwan di Selat Malaka
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NASIONALUsman Husin: Jangan Sampai Warga Miskin Tak Terima Bantuan Pangan Akibat Data Tak Akurat
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SUMUTSoal Kabut Asap, Gubernur Sumsel Sebut Masih Bergantung pada Alam
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
POLITIKMenyongsong Pemilu 2029, KPP DEM Dorong Wartawan Kuasai Regulasi Kepemiluan
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
PAPUA TERKINIKomite III DPD Desak Audit Tenaga Kerja Papua di Proyek Migas
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan