Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

IHSG Masih Dibayangi Aksi Jual Asing, Ini Saham yang Layak Dicermati Hari Ini

IHSG hari ini 1 Oktober 2026 masih dibayangi aksi jual asing. Simak pergerakan IHSG dan saham pilihan seperti UNTR, ANTM, EXCL hingga GOTO.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan, IHSG hari ini. (Foto: istimewa)
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan, IHSG hari ini. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menghadapi tekanan pada perdagangan Kamis (1/10/2026) setelah kembali ditutup di zona merah sehari sebelumnya. Aksi jual investor asing menjadi salah satu faktor yang membatasi ruang penguatan pasar saham domestik.

Pada perdagangan Rabu (30/9/2026), IHSG berakhir turun 0,83% ke level 6.071,14. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 325 saham menguat, 371 saham melemah, sedangkan 267 saham lainnya bergerak stagnan.

Tekanan cukup besar datang dari sejumlah saham berkapitalisasi besar. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) menjadi salah satu saham yang mencatat penurunan paling dalam dengan anjlok 13,51% ke posisi Rp32 per saham.

Pergerakan GOTO masih menjadi perhatian pasar setelah batas harga minimum saham dibuka menjadi Rp1. Dalam tiga sesi perdagangan terakhir, saham emiten teknologi tersebut terus berada di bawah tekanan.

Selain GOTO, saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) terkoreksi 4,79% menjadi Rp1.390. Selanjutnya, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) turun 4,52% ke Rp845 dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) melemah 3,48% menjadi Rp388.

Sejumlah saham unggulan lainnya juga terkoreksi. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) turun 3,38% ke Rp2.290, sementara PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) terkoreksi 2,80% menjadi Rp486. PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) juga turun 2,79% ke level Rp1.395.

Di tengah tekanan tersebut, beberapa saham justru mampu mencatat penguatan. PT United Tractors Tbk. (UNTR) memimpin kenaikan dengan menguat 7,55% ke Rp27.075.

Penguatan berikutnya dicatat PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) sebesar 4,59% menjadi Rp2.280 dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) yang naik 1,86% ke Rp8.225.

Saham PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) juga menguat 1,69% ke Rp2.410. Sementara itu, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) naik 1,27% menjadi Rp3.200 dan PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) bertambah 1,05% ke Rp1.450.

Aksi Jual Asing Membayangi IHSG

IHSG sebenarnya sempat bergerak positif pada awal perdagangan. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan hingga penutupan karena tekanan jual kembali meningkat.

Tim analis BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) mencatat net foreign sell mencapai sekitar Rp677 miliar pada sesi I. Arus keluar dana asing tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat penguatan IHSG sulit berlanjut.

Dari sisi eksternal, pasar mendapatkan sentimen positif dari penurunan harga minyak setelah adanya perkembangan terkait pemulihan ekspor kawasan Timur Tengah. Rencana Amerika Serikat melepas sekitar 40 juta barel dari cadangan minyak strategisnya turut menjadi perhatian investor.

Meski demikian, BRIDS menilai harga minyak masih berpotensi melanjutkan tren kenaikan bulanan untuk ketiga kalinya. Konflik AS-Iran dan gangguan pasokan energi masih menjadi risiko yang perlu diperhatikan pelaku pasar.

Sementara itu, sentimen dari Amerika Serikat relatif terbatas setelah Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams menyampaikan bahwa The Fed masih memiliki waktu untuk mencermati perkembangan data ekonomi sebelum menentukan kebijakan berikutnya.

Pernyataan tersebut memberikan ruang bagi aset berisiko, termasuk saham. Namun, pelaku pasar tetap memperhitungkan kemungkinan adanya satu kali kenaikan suku bunga The Fed tambahan hingga akhir 2026.

Dengan kondisi tersebut, pergerakan IHSG pada perdagangan Kamis (1/10/2026) berpotensi kembali dipengaruhi oleh arah arus dana asing, pergerakan harga komoditas, serta perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat.

Investor dapat mencermati saham-saham yang menunjukkan kekuatan relatif di tengah tekanan indeks, sekaligus memperhatikan risiko pada saham yang masih berada dalam tren pelemahan.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait