Menyongsong Pemilu 2029, KPP DEM Dorong Wartawan Kuasai Regulasi Kepemiluan
Jelang Pemilu 2029, KPP DEM dan KPU DKI dorong wartawan perkuat pemahaman regulasi demi berita akurat.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pemilu 2029 memang masih beberapa tahun lagi, namun persiapan untuk memastikan proses demokrasi berjalan berkualitas dinilai perlu dimulai sejak sekarang.
Salah satunya, dengan memperkuat kapasitas wartawan dalam memahami regulasi dan dinamika kepemiluan.
Ketua KPP DEM, Achmad Satryo Yudhantoko mengatakan, media memiliki posisi strategis dalam mengawal demokrasi. Karena itu, pewarta perlu mempersiapkan diri menghadapi dinamika kepemiluan, termasuk menjelang Pemilu 2029.
“2029 sudah dekat. Kalau kemudian kita kemarin sudah melewati beberapa kali bentuk pemilu, maka kita sudah harus mulai bersiap,” katanya saat membuka diskusi bertajuk “Memahami Pemilu Lebih Dalam” di Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Menurut dia, pengalaman dari sejumlah penyelenggaraan pemilu sebelumnya perlu menjadi bahan evaluasi sekaligus pembelajaran bagi media. Pemahaman terhadap regulasi juga menjadi penting agar pemberitaan mengenai pemilu tidak sekadar cepat, tetapi mampu memberikan konteks yang tepat kepada masyarakat.
Sementara itu, Ketua KPU DKI Jakarta, Wahyu Dinata menegaskan pentingnya penguasaan regulasi kepemiluan oleh jurnalis. Menurutnya, wartawan merupakan salah satu pihak yang berperan penting dalam menjembatani informasi kepemiluan kepada masyarakat.
“Pewarta perlu memahami regulasi pemilu agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap akurat dan berimbang,” ujar Wahyu.
Wahyu mengatakan, pemahaman terhadap aturan menjadi modal penting bagi jurnalis ketika meliput isu kepemiluan. Dengan dasar regulasi yang kuat, media diharapkan mampu menghasilkan pemberitaan yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Pemahaman terhadap regulasi menjadi modal penting bagi jurnalis dalam meliput isu kepemiluan,” katanya.
Ia menambahkan, kualitas informasi yang disampaikan media turut menentukan sejauh mana masyarakat dapat memahami proses demokrasi secara utuh.
“Media memiliki peran penting dalam memberikan informasi pemilu yang benar kepada masyarakat,” ujar Wahyu.
Lebih Lanjut, Wahyu juga menjelaskan prinsip “predictable procedures, unpredictable results” sebagai salah satu indikator penting dalam pemilu demokratis.
Prinsip itu menekankan bahwa prosedur pemilu harus dapat diprediksi, konsisten, dan dijalankan sesuai aturan. Namun, hasil akhirnya harus tetap terbuka dan tidak dapat ditentukan sebelumnya.
Menurut Wahyu, prinsip tersebut penting untuk menjaga pemilu tetap demokratis, transparan, serta memberikan ruang yang setara bagi seluruh peserta.
“Pemilu bukan hanya soal tahapan, tetapi juga bagaimana aturan dipahami dan dijalankan dengan baik,” pungkasnya.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
EKONOMIRupiah Kian Tertekan, Pekan Depan Berpotensi Tembus Rp18.000 per Dolar AS
hendra·11 menit yang lalu -
POLITIKPutusan MK soal Gibran, Pengamat: Harapan Politik Jokowi Bisa Bertumpu ke Kaesang
Rozie Winata·40 menit yang lalu -
POLITIKEka Widodo Usulkan Pansus DPR Usut Polemik Ijazah Gibran Pasca-Putusan MK
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
PERISTIWAHNSI Sumut Desak Usut Tuntas Kasus Kapal Asing Tabrak Nelayan di Selat Malaka
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMSELAtasi Karhutla, Sumsel Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Picu Hujan di Titik Rawan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
PERISTIWA13 Jam Terombang-ambing, Empat Nelayan asal Belawan jadi Korban Tabrak Lari Kapal Tuna Taiwan di Selat Malaka
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NASIONALUsman Husin: Jangan Sampai Warga Miskin Tak Terima Bantuan Pangan Akibat Data Tak Akurat
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SUMUTSoal Kabut Asap, Gubernur Sumsel Sebut Masih Bergantung pada Alam
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
POLITIKMenyongsong Pemilu 2029, KPP DEM Dorong Wartawan Kuasai Regulasi Kepemiluan
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
PAPUA TERKINIKomite III DPD Desak Audit Tenaga Kerja Papua di Proyek Migas
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan