Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Menyongsong Pemilu 2029, KPP DEM Dorong Wartawan Kuasai Regulasi Kepemiluan

Jelang Pemilu 2029, KPP DEM dan KPU DKI dorong wartawan perkuat pemahaman regulasi demi berita akurat.

Ketua KPU DKI Jakarta Wahyu Dinata saat menjadi narasumber dalam media session Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPP DEM) bertajuk “Memahami Pemilu Lebih Dalam” di Jakarta, Jumat (9/10/2026). (Foto: istimewa)
Ketua KPU DKI Jakarta Wahyu Dinata saat menjadi narasumber dalam media session Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPP DEM) bertajuk “Memahami Pemilu Lebih Dalam” di Jakarta, Jumat (9/10/2026). (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – memang masih beberapa tahun lagi, namun persiapan untuk memastikan proses demokrasi berjalan berkualitas dinilai perlu dimulai sejak sekarang.

Salah satunya, dengan memperkuat kapasitas wartawan dalam memahami regulasi dan dinamika kepemiluan.

Ketua , Achmad Satryo Yudhantoko mengatakan, media memiliki posisi strategis dalam mengawal demokrasi. Karena itu, pewarta perlu mempersiapkan diri menghadapi dinamika kepemiluan, termasuk menjelang Pemilu 2029.

“2029 sudah dekat. Kalau kemudian kita kemarin sudah melewati beberapa kali bentuk pemilu, maka kita sudah harus mulai bersiap,” katanya saat membuka diskusi bertajuk “Memahami Pemilu Lebih Dalam” di Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Menurut dia, pengalaman dari sejumlah penyelenggaraan pemilu sebelumnya perlu menjadi bahan evaluasi sekaligus pembelajaran bagi media. Pemahaman terhadap regulasi juga menjadi penting agar pemberitaan mengenai pemilu tidak sekadar cepat, tetapi mampu memberikan konteks yang tepat kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Jakarta, Wahyu Dinata menegaskan pentingnya penguasaan regulasi kepemiluan oleh . Menurutnya, wartawan merupakan salah satu pihak yang berperan penting dalam menjembatani informasi kepemiluan kepada masyarakat.

“Pewarta perlu memahami agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap akurat dan berimbang,” ujar Wahyu.

Wahyu mengatakan, pemahaman terhadap aturan menjadi modal penting bagi ketika meliput isu kepemiluan. Dengan dasar regulasi yang kuat, media diharapkan mampu menghasilkan pemberitaan yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Pemahaman terhadap regulasi menjadi modal penting bagi jurnalis dalam meliput isu kepemiluan,” katanya.

Ia menambahkan, kualitas informasi yang disampaikan media turut menentukan sejauh mana masyarakat dapat memahami proses demokrasi secara utuh.

“Media memiliki peran penting dalam memberikan informasi pemilu yang benar kepada masyarakat,” ujar Wahyu.

Lebih Lanjut, Wahyu juga menjelaskan prinsip “predictable procedures, unpredictable results” sebagai salah satu indikator penting dalam pemilu demokratis.

Prinsip itu menekankan bahwa prosedur pemilu harus dapat diprediksi, konsisten, dan dijalankan sesuai aturan. Namun, hasil akhirnya harus tetap terbuka dan tidak dapat ditentukan sebelumnya.

Menurut Wahyu, prinsip tersebut penting untuk menjaga pemilu tetap demokratis, transparan, serta memberikan ruang yang setara bagi seluruh peserta.

“Pemilu bukan hanya soal tahapan, tetapi juga bagaimana aturan dipahami dan dijalankan dengan baik,” pungkasnya.

(LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait