IHSG Fluktuatif di Awal Sesi, Simak Sentimen dan Saham Pilihan Hari Ini
IHSG rebound 0,46% ke 6.149 setelah dibuka merah. Investor mencermati rupiah Rp18.000, harga minyak, yield US Treasury dan sentimen pasar.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif pada awal perdagangan Rabu (30/9/2026). Sempat dibuka di zona merah, indeks berbalik menguat dalam 10 menit pertama perdagangan.
IHSG dibuka turun 3,65 poin atau 0,06% ke level 6.118. Namun, tekanan tersebut segera berbalik dan indeks naik 0,46% ke posisi 6.149.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sekitar 10 menit setelah pembukaan menunjukkan aktivitas transaksi yang cukup tinggi. Volume perdagangan mencapai 5,14 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp1,29 triliun dan frekuensi 223.438 kali.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 372 saham berada di zona hijau, sedangkan 185 saham melemah. Sebanyak 180 saham lainnya tercatat tidak mengalami perubahan.
Pergerakan IHSG hari ini berlangsung di tengah sejumlah sentimen eksternal dan domestik yang masih menjadi perhatian investor.
BRI Danareksa Sekuritas menilai tekanan terhadap pasar antara lain berasal dari pelemahan rupiah yang telah menembus level Rp18.000 per dolar AS, kenaikan imbal hasil US Treasury 10 tahun di atas 5,2%, serta harga minyak Brent yang masih bertahan di atas US$107 per barel.
Selain faktor tersebut, pelaku pasar masih mencermati proses penyesuaian terhadap kebijakan baru BEI mengenai batas minimum harga saham sebesar Rp1.
"Fokus sentimen hari ini tertuju pada perkembangan harga minyak dan stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian geopolitik," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya.
Investor juga akan mencermati sejumlah data ekonomi domestik, termasuk data perdagangan Agustus, inflasi September, serta langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas memasukkan VKTR, RATU, dan AMRT dalam daftar saham pilihannya.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas mencatat IHSG sebelumnya sempat tertekan hingga level 6.013 ketika rupiah melemah dan menyentuh Rp18.031 per dolar AS. Ketika tekanan terhadap rupiah mulai mereda, IHSG mampu bergerak naik dari posisi terendah tersebut.
Secara teknikal, IHSG membentuk long lower shadow. Namun, indeks masih ditutup di wilayah negatif sehingga sinyal pembalikan arah belum mendapatkan konfirmasi.
Phintraco memperkirakan IHSG masih berpeluang bergerak konsolidatif pada kisaran 6.050–6.200. Investor juga perlu mewaspadai peningkatan volatilitas karena perdagangan hari ini sekaligus menandai penutupan kuartal III 2026.
Dari sisi kebijakan fiskal, pasar turut mencermati pengesahan RUU APBN 2027 menjadi undang-undang oleh DPR. Defisit fiskal dalam APBN 2027 ditetapkan sebesar Rp671,16 triliun atau sekitar 2,4% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Postur tersebut menunjukkan kebijakan fiskal yang tetap ekspansif dengan peningkatan belanja, terutama pada belanja kementerian/lembaga. Sementara transfer ke daerah dan target keseimbangan primer relatif tidak mengalami perubahan berarti.
Phintraco Sekuritas memilih ANTM, BBRI, BMRI, EXCL, TINS, dan MDKA sebagai saham yang masuk dalam radar perdagangan hari ini.
Pandangan serupa mengenai sejumlah risiko pasar disampaikan CGS International Sekuritas Indonesia. Menurut risetnya, aksi jual investor asing, pelemahan rupiah, serta koreksi bursa saham Amerika Serikat di tengah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah dapat menjadi sentimen negatif bagi IHSG.
Di sisi lain, penguatan harga sejumlah komoditas mineral logam berpotensi memberikan katalis positif bagi saham-saham terkait.
CGS International memperkirakan IHSG bergerak variatif dengan kecenderungan menguat. Area support berada pada 6.060–6.000, sedangkan resistance berada di kisaran 6.180–6.245.
Saham pilihan CGS International hari ini mencakup TINS, ANTM, BBRI, MAPA, HRTA, dan SMGR.
Sementara itu, Panin Sekuritas melihat masih terdapat peluang penguatan IHSG. Pandangan tersebut ditopang oleh pergerakan harga minyak yang menurun, kondisi rupiah dan yield obligasi yang lebih stabil, serta koreksi IHSG yang cukup dalam dalam beberapa pekan terakhir.
Panin Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang menguat pada perdagangan hari ini dengan PTRO, BNGA, dan CUAN sebagai saham pilihannya.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
POLITIKFormappi: Perdebatan Parliamentary Threshold Jangan Hanya Jadi Ajang Rebutan Kursi
Rozie Winata·43 menit yang lalu -
PERISTIWAAceh Jaya Digoyang Gempa M4.3, Getaran Dirasakan hingga Banda Aceh
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NASIONALOmbudsman Dihalangi saat Sidak Lapas Cibinong, DPR Ingatkan Ancaman Pidana Penjara dan Denda Rp1 Miliar
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMSELPemkab OKI Maksimalkan Banpres Rp20 Miliar untuk Penanganan Karhutla Berbasis Data
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIIHSG Fluktuatif di Awal Sesi, Simak Sentimen dan Saham Pilihan Hari Ini
hendra·2 jam yang lalu -
SUMSELPastikan Kesiapan Operasional Koperasi, Banyuasin Perkuat Verifikasi dan Validasi KDKMP
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
POLITIKKomite IV DPD Rampungkan Uji 23 Calon Anggota BPK, 10 Nama Bakal Direkomendasikan ke DPR
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
POLITIKUcapan "Bacot Kamu" di Rapat DPR, Fernando Emas Desak MKD Periksa Willy Aditya
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
KRIMINALMantan Wali Kota Sibolga Jamaludin Pohan Ditetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pasar Ikan Modern
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
E-SportOCA: E-sports akan Tetap Jadi Cabang Olahraga Bermedali di Asian Games
Rozie Winata·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan