Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Reshuffle Kabinet Jadi Bayang-Bayang IHSG, Simak Proyeksi dan Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG tertekan ke 6.009,50 di tengah sentimen reshuffle kabinet. Simak proyeksi indeks, level support-resistance, dan rekomendasi saham hari ini.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan, IHSG hari ini. (Foto: istimewa)
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan, IHSG hari ini. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co,ย JAKARTA โ€” Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (2/10/2026) masih dibayangi sentimen reshuffle Kabinet Merah Putih. Pelaku pasar kini mencermati dampak perubahan susunan kabinet terhadap arah kebijakan ekonomi dan kondisi pasar keuangan domestik.

Pada perdagangan Kamis (1/10/2026), IHSG ditutup turun 1,02% atau 62,09 poin ke level 6.009,50. Posisi tersebut menjadi level penutupan terendah dalam lebih dari dua bulan.

Tekanan jual juga terlihat cukup merata. Sebanyak 450 saham berakhir di zona merah, sementara investor asing membukukan penjualan bersih sekitar Rp240 miliar di pasar reguler.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, mengatakan pasar masih akan mencermati perkembangan setelah reshuffle kabinet, termasuk dampaknya terhadap sentimen investor.

Menurut dia, pelaku pasar juga akan melihat penerapan kebijakan short selling serta pengaruhnya terhadap aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

โ€œPasar akan mengevaluasi dampak reshuffle kabinet dan implementasi short selling terhadap sentimen serta aktivitas perdagangan,โ€ kata Reza dalam risetnya.

Selain sentimen domestik, perhatian investor mulai mengarah pada sejumlah data ekonomi global. Salah satu yang menjadi sorotan adalah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) karena dapat memberikan gambaran mengenai arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve atau The Fed.

Dari dalam negeri, sejumlah indikator ekonomi juga menjadi perhatian. Neraca perdagangan Indonesia pada Agustus tercatat surplus US$3,55 miliar, sementara inflasi September mencapai 3,28% secara tahunan.

IHSG Masih Berada dalam Tekanan

Dari sisi teknikal, pergerakan IHSG belum menunjukkan sinyal pembalikan yang kuat. Indeks telah menembus area support Fibonacci di level 6.019 dan kembali ditutup di sekitar level psikologis 6.000.

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) juga masih memperlihatkan momentum bearish. Kondisi tersebut membuat IHSG diperkirakan masih berpeluang bergerak konsolidatif pada kisaran 6.000โ€“6.200.

Level support berikutnya berada di sekitar 5.854. Sementara itu, area resistance IHSG berada pada rentang 6.185โ€“6.240.

Kenaikan kembali di atas 6.185 menjadi salah satu level yang perlu diperhatikan investor. Jika mampu dilewati, kondisi tersebut dapat menjadi sinyal awal bagi peluang terjadinya technical rebound.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Di tengah tekanan pasar, BRI Danareksa Sekuritas memberikan perhatian terhadap saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).

Saham ENRG direkomendasikan Buy dengan target harga di kisaran Rp1.440โ€“Rp1.500. Investor juga disarankan memperhatikan batas stop loss sesuai strategi manajemen risiko.

Pergerakan ENRG tetap perlu dicermati bersama kondisi IHSG dan sentimen pasar secara keseluruhan, mengingat tekanan indeks dan aksi jual investor asing masih menjadi faktor yang dapat memengaruhi pergerakan saham pada perdagangan hari ini.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait