Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 18 Poin ke 6.055, Pasar Cermati Data Ekonomi dan Konflik Timur Tengah

IHSG hari ini 5 Oktober 2026 dibuka menguat 18 poin ke 6.055. Investor mencermati data ekonomi domestik dan konflik Timur Tengah.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan, IHSG hari ini. (Foto: istimewa)
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan, IHSG hari ini. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co,ย JAKARTA โ€” Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Senin (5/10/2026) dengan pergerakan positif. Indeks saham utama di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut naik 18,27 poin atau 0,30 persen ke level 6.055,16.

Penguatan juga terlihat pada indeks saham unggulan. LQ45 bertambah 1,90 poin atau 0,32 persen sehingga berada di posisi 597,36.

Kinerja positif IHSG pada awal pekan ini meneruskan tren penguatan pada perdagangan Jumat (2/10/2026). Saat itu, IHSG ditutup naik 27,39 poin atau 0,46 persen ke level 6.036,89.

Sementara itu, indeks LQ45 pada perdagangan terakhir pekan lalu juga menguat 3,08 poin atau 0,52 persen menjadi 595,46.

IHSG Diprediksi Bergerak Sideways

Pelaku pasar masih menghadapi sejumlah sentimen yang berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG sepanjang pekan ini.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim memperkirakan IHSG cenderung bergerak sideways dengan peluang menguat. Indeks diproyeksikan bergerak pada rentang 6.000 hingga 6.200.

Dari dalam negeri, investor akan mencermati sejumlah agenda ekonomi yang dijadwalkan dirilis pekan ini.

Data cadangan devisa dijadwalkan keluar pada Rabu (7/10), kemudian indeks keyakinan konsumen pada Kamis (8/10). Selanjutnya, data penjualan ritel dan penjualan otomotif akan menjadi perhatian pasar pada Jumat (9/10).

Rangkaian data tersebut dinilai penting untuk memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi domestik sekaligus menjadi bahan pertimbangan investor dalam mengambil keputusan investasi.

Konflik Timur Tengah Jadi Sentimen Global

Selain faktor domestik, pasar saham Indonesia masih dibayangi perkembangan ekonomi global dan geopolitik.

Pergerakan bursa Asia sebelumnya berlangsung bervariasi dengan kecenderungan melemah. Salah satu faktor yang menjadi perhatian investor adalah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Amerika Serikat disebut tengah mempertimbangkan pengerahan kapal induk dan tambahan pasukan ke kawasan tersebut. Rencana itu menimbulkan kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.

Associate Director of Research and Investment Maximilianus Nico Demus menilai perkembangan tersebut perlu dicermati karena eskalasi konflik dapat berdampak pada pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

Jika gangguan pasokan terjadi, harga minyak dunia berpotensi kembali mengalami kenaikan. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memberikan tekanan tambahan terhadap inflasi global.

IHSG Jumat Ditutup Menguat

Sebelum mengawali perdagangan pekan ini di zona hijau, IHSG sempat mengalami tekanan pada sesi pertama perdagangan Jumat.

IHSG tercatat melemah sekitar 0,32 persen pada perdagangan sesi pertama. Namun, tekanan tersebut berbalik pada sesi kedua hingga indeks mampu mengakhiri perdagangan di level 6.036,89.

Dari sisi sektoral, mayoritas sektor saham tercatat menguat.

Sektor teknologi menjadi penguat terbesar dengan kenaikan 1,51 persen. Berikutnya sektor energi naik 1,12 persen, barang konsumen primer 0,67 persen, barang baku 0,47 persen, serta sektor properti yang tumbuh 0,40 persen.

Sektor kesehatan dan keuangan masing-masing juga menguat 0,20 persen.

Sebaliknya, tiga sektor berakhir di zona merah. Sektor transportasi dan logistik menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 1,38 persen, disusul infrastruktur yang turun 0,90 persen dan barang konsumen nonprimer sebesar 0,07 persen.

Aktivitas perdagangan saham pada Jumat mencapai 120,6 miliar saham. Nilai transaksi tercatat Rp12,24 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1,614 juta kali.

Sebanyak 332 saham berakhir menguat, sedangkan 357 saham melemah dan 274 saham lainnya tidak mengalami perubahan.

Dengan kondisi tersebut, arah IHSG sepanjang perdagangan Senin akan menjadi perhatian investor. Selain perkembangan geopolitik global, pelaku pasar juga akan menunggu sejumlah indikator ekonomi domestik yang dirilis hingga akhir pekan.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait