Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

HNSI Sumut Desak Usut Tuntas Kasus Kapal Asing Tabrak Nelayan di Selat Malaka

HNSI Sumut desak PSDKP & KKP usut tuntas kapal asing Taiwan yang tabrak lari nelayan Belawan di Selat Malaka

Sebanyak empat orang nelayan berhasil diselamatkan oleh kapal Indiana (kapal kargo) WL Westfal Larsen dan diserahkan ke kapal SAR Dumai, Kamis (8/10/2026). (Foto: istimewa)
Sebanyak empat orang nelayan berhasil diselamatkan oleh kapal Indiana (kapal kargo) WL Westfal Larsen dan diserahkan ke kapal SAR Dumai, Kamis (8/10/2026). (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Empat nelayan asal Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), yang mengaku menjadi korban tabrak lari di , resmi melapor ke Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI).

Laporan tersebut langsung ditangani Dewan Pimpinan Daerah (DPD) untuk diteruskan ke instansi berwenang.

​Langkah hukum ini ditempuh usai perahu kayu Kapal Motor (KM) Rezeki GT 5 milik mereka hancur terbelah dua akibat dihantam kapal pancing tuna berbendera Taiwan.

Musibah itu menimpa Marlan Hasibuan bersama tiga ABK-nya, Mhd Sholeh, M. Hanafi, dan Samsul, saat beristirahat melepas jangkar di titik koordinat 13°28'560" N - 99°28'500" E, Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

​Ketua DPD HNSI Sumut, Zulfahri Siagian, mendesak Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan () Belawan serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengusut tuntas insiden tersebut.

Menurutnya, aksi yang langsung kabur usai menerjang perahu nelayan lokal merupakan bentuk kejahatan laut yang tidak bisa ditoleransi.

​"Ini kan istilahnya tabrak lari di laut. Kapal itu datang tiba-tiba, menabrak perahu anggota kita, lalu langsung pergi tanpa memberikan pertolongan. Oleh karena itu, kami minta mengusut tuntas tersebut," tegas Zulfahri, Jumat (9/10/2026).

​Selain mengawal proses hukum, juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada kru kapal kargo WL Westfal Larsen dan Tim Basarnas Dumai yang sigap menyelamatkan para korban usai terombang-ambing selama 13 jam di tengah laut.

(Ton/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait