Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Empat ABK Indonesia Bebas dari Penyanderaan Perompak Somalia ​

Empat ABK Indonesia bebas setelah disandera perompak Somalia lebih dari lima bulan. Mereka dipulangkan selamat ke Tanah Air.

Setelah disandera kelompok perompak Somalia selama lebih dari lima bulan, empat ABK berhasil dipulangkan ke Tanah Air dalam kondisi selamat, Selasa (6/10/2026).(foto: istimewa)
Setelah disandera kelompok perompak Somalia selama lebih dari lima bulan, empat ABK berhasil dipulangkan ke Tanah Air dalam kondisi selamat, Selasa (6/10/2026).(foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Suasana haru mewarnai kedatangan empat Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (6/10/2026). Setelah disandera kelompok selama lebih dari lima bulan, para pelaut tersebut akhirnya berhasil dipulangkan ke Tanah Air dalam kondisi selamat.

​Keempat WNI tersebut merupakan bagian dari 17 awak kapal yang berhasil dibebaskan melalui operasi penggerebekan oleh kepolisian maritim wilayah Puntland, Somalia utara. Mereka sebelumnya disandera di atas kapal tanker berbendera Palau, , yang dibajak perompak sejak April 2026 saat mengangkut 18.500 barel minyak.

​Operasi pembebasan kapal tersebut menyisakan duka setelah lima orang awak kapal dilaporkan tewas dibunuh oleh para pembajak sebelum aparat berhasil merebut kembali kendali kapal. Kepolisian Puntland mengonfirmasi bahwa korban tewas terdiri dari tiga warga negara Pakistan, satu warga negara India, dan satu warga negara Myanmar.

​Kedatangan para pelaut Indonesia disambut langsung oleh pihak keluarga serta jajaran pejabat pemerintah, termasuk Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir. Dalam seremoni penyambutan, Menlu Arrmanatha menyampaikan apresiasi kepada nakhoda kapal asal Indonesia, Ashari Samadikun, yang dinilai berperan besar menjaga keselamatan awak kapal yang tersisa hingga pembebasan berlangsung.

​Arrmanatha menjelaskan, penanganan kasus ini membutuhkan negosiasi panjang dan diplomasi yang dilakukan secara tertutup guna memastikan keselamatan para sandera.

​"Memang sejak awal kita tidak terbuka memberitahukan kepada media bagaimana proses ini, karena ini adalah proses perundingan, negosiasi, dan diplomasi yang kita tidak ingin digunakan oleh pihak pembajak untuk menekan kita. Dalam situasi seperti ini, kita menjaga agar semua proses tertutup agar tidak merugikan WNI kita," ujar Arrmanatha.

​Isak tangis tak terbendung dari nakhoda kapal, Ashari Samadikun, saat menyampaikan rasa duka atas gugurnya lima rekan berlayarnya dalam insiden penyanderaan tersebut.

​"Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga dari lima awak kapal saya yang meninggal dunia. Saya tidak bisa memenuhi janji saya untuk membawa seluruh awak kapal kembali dengan selamat," tutur Ashari.

​Dalam operasi pembebasan tersebut, Kepolisian Puntland berhasil menangkap 16 orang bajak laut, sementara beberapa anggota kelompok lainnya melarikan diri ke daratan. Insiden ini menambah deretan aksi perompakan di lepas pantai Somalia yang mencatatkan sedikitnya 15 serangan sejak April 2026, menjadi lonjakan tertinggi sejak tahun 2013.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru