Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Harga Beras Sudah Turun! di Pasar Induk Beras Cipinang Turun Rp 1.700 per Kg

Editor:  Annisa
Reporter: Shakira
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (6/10/2023). (Foto: Dok. Sekretariat Presiden)

Nusantaraterkini.co - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut harga beras sudah mengalami penurunan. Dia pun meminta semua pihak melakukan pengecekan langsung ke pasar-pasar induk beras seperti yang ada di Cipinang, Jakarta Timur dan Johar Baru, Jakarta Pusat.

"Coba dicek, jangan menginformasikan seperti itu ya, coba dicek di Pasar Induk Cipinang, cek ke Pasar Johar, ini pasar-pasar beras harus dicek, coba dicek, coba kalian datang ke Pasar Cipinang cek harga turun apa naik. Cek di pasar Johar naik atau tidak, turun atau tidak, cek," ungkap Jokowi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, dilansir dari detikcom, Rabu (28/2/2024).

"(Harga beras) Cek, sudah turun. Karena harian itu saya cek. Dan saya itu selalu mendapatkan angka-angka," tegasnya.

Baca Juga : Pengamat: Jokowi Tak Sekadar Bangun Optimisme, PSI Disiapkan Jadi Kendaraan Politik 2029

Ia menegaskan bahwa harga beras sudah turun. Jokowi mengatakan setiap hari dirinya meminta meminta data harga beras terkini kepada jajarannya, guna memahami langsung situasi di lapangan.

Wakil Ketua Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (PERPADI) sekaligus pedagang di Pasar Cipinang, Billy Haryanto, mengaku harga jual beras di Pasar Induk Cipinang memang sudah turun. Harga ini pun sudah turun tipis dalam dua pekan terakhir.

"Kalau beras sudah turun harga, sudah 2 minggu inilah mulai turun. Turun tiap minggu lah Rp 400 (per kg), Rp 500 (per kg), sudah (turun harga) sampai 1.700 (per kg) lah saya hitung," kata Billy di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (28/2/2024).

Baca Juga : Jelang Gelar Perkara Ijazah Jokowi, Kubu Roy Suryo Desak Polda Metro Buka-bukaan Barang Bukti

Menurutnya, turunnya harga tersebut disebabkan mulainya panen raya di beberapa daerah produsen beras. Akibat panen raya ini, harga tersebut kemungkinan akan terus turun hingga pertengahan bulan puasa nanti.

"(Harga beras turun karena) sudah mulai panen, tapi belum raya (belum panen dalam jumlah besar). Nah sebentar lagi kan Pertengahan bulan puasa sudah panen raya," terangnya lagi.

"Harga beras sudah mulai normal cuma masih tinggi, tapi trennya turun. Nah bulan 4 itu panen raya, pasti turun. Jangan turun banyak, kasian petani. Paling nggak (harga gabah) Rp 7.000 lah, itu jadi beras Rp 14.000 per kg," tambah Billy.

Baca Juga : Indonesia Tak Impor Beras di 2025, Komisi IV Minta Pemerintah Jaga Stabilitas Produksi

Kenaikan harga beras sebelumnya disebabkan oleh kenaikan harga gabah di tingkat petani. Kenaikan harga gabah ini juga terjadi lantaran berkurangnya produksi akibat el-nino.

Tak ayal, panen beras di awal tahun biasanya merupakan hasil tanam musim kemarau tahun sebelumnya. Lantaran padi ini ditanam selama musim kemarau, tentunya biaya penanamannya lebih mahal dibandingkan pada saat musim tanam utama atau musim hujan.

"Panen pertama pasti (harganya tinggi) karena el-nino (hasil panen kurang yang membuat kurangnya hasil produksi) panjang. Terus panen awal pasti harga panen paling tinggi, karena biayanya kan itu mahal untuk taman itu loh," pungkasnya.

Baca Juga : Produksi Padi Nasional Diprediksi Meningkat Pesat, Capai 60,25 Juta Ton GKG

(Ann/Nusantaraterkini.co)
Sumber: Detikcom