Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Indonesia Tak Impor Beras di 2025, Komisi IV Minta Pemerintah Jaga Stabilitas Produksi

Editor:  Herman Saleh Harahap
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Anggota Komisi IV DPR Rina Saadah mengapresiasi keberhasilan pemerintah mencapai swasembada beras nasional pada 2025, Jakarta, Selasa (13/1/2026).(foto:istimewa)

Nusantaraterkini.coJAKARTA — Anggota Komisi IV DPR Rina Saadah mengapresiasi keberhasilan pemerintah mencapai swasembada beras nasional pada 2025. Meski Indonesia tidak melakukan impor dan mencatatkan surplus produksi, ia mengingatkan pentingnya menjaga keberlanjutan produksi serta kesejahteraan petani.

“Capaian ini patut diapresiasi karena Indonesia tidak melakukan impor beras sepanjang 2025. Namun, ketahanan pangan tidak bisa dilihat hanya dari satu tahun. Kita harus memastikan produksi ini stabil menghadapi tantangan krisis iklim dan serangan hama di masa depan,” ujar Rina, Selasa (13/1/2026).

Baca Juga : Bapanas Pastikan Indonesia Nol Impor Pangan Sepanjang 2026: Stok Melimpah dari 2025

Berdasarkan data terkini, produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,71 juta ton, sementara kebutuhan nasional berada di angka 31,19 juta ton. Dengan demikian, Indonesia memiliki surplus sekitar 3,5 juta ton, yang dinilai menjadi modal kuat bagi ketahanan pangan nasional.

Namun, Rina menegaskan bahwa tingginya produksi harus dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan petani. Ia menyoroti pentingnya stabilisasi harga gabah di tingkat petani serta optimalisasi penyerapan hasil panen agar distribusi beras berjalan merata.

“Jangan sampai petani justru tidak menikmati hasil dari surplus ini. Harga gabah harus stabil dan penyerapan oleh Bulog harus maksimal dan tepat waktu,” tegas legislator dapil Jabar ini.

Terkait wacana ekspor beras karena adanya surplus, Rina meminta pemerintah bersikap hati-hati. Ia menegaskan bahwa cadangan pangan nasional harus dipastikan benar-benar aman sebelum keputusan ekspor diambil.

“Jika ekspor dilakukan, pastikan petani mendapatkan harga yang lebih baik dan menguntungkan, bukan hanya pedagang. Jangan sampai semangat ekspor justru mengorbankan kepentingan petani dan ketahanan pangan nasional,” ujar anggota Banggar DPR ini.

Oleh karena itu, Rina memastikan Komisi IV DPR RI akan terus mengawal anggaran pertanian agar benar-benar berorientasi pada hasil nyata (output). 

Baca Juga : Indonesia Disebut Stop Impor Beras, Legislator: Petani Harus Sejahtera

Ia menegaskan bahwa setiap program harus berdampak langsung bagi petani, mulai dari harga gabah yang layak hingga penyerapan hasil panen yang optimal. 

(Cw1/Nusantaraterkini.co)