Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Ekonomi Tumbuh 5,35 Persen, Angka Kemiskinan di Sumatera Selatan Cetak Rekor Terendah Sepanjang Sejarah

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Adetia Purwaningsih
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Jembatan Ampera, Palembang. (Foto: Tia/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Provinsi Sumatera Selatan mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,35 persen yang berdampak langsung pada penurunan angka kemiskinan hingga menyentuh level satu digit, yakni 9,85 persen pada September 2025.

Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto menyampaikan, jika capaian historis ini dipicu oleh performa ekonomi daerah yang melampaui pertumbuhan nasional sebesar 5,11 persen.

Baca Juga : WNI Asal Sumsel Alami Penyiksaan di Kamboja, Gubernur Sumsel Tekankan Jalur Resmi Bekerja di Luar Negeri

Sinergi antara pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan perbaikan pasar kerja menjadi motor utama berkurangnya jumlah penduduk miskin sebanyak 21,4 ribu orang dalam kurun waktu enam bulan terakhir.

Baca Juga : Palembang Targetkan Nol Kematian DBD 2030 Melalui Vaksinasi 7.500 Siswa SD

“Penurunan kemiskinan Sumsel ke level 9,85 persen ini merupakan pencapaian terendah sepanjang sejarah. Selain itu, tingkat pengangguran terbuka juga berada di bawah nasional, yaitu 3,59 persen,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menyebut jika data tersebut sebagai buah dari komitmen jangka panjang bersama seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga : Angka Kemiskinan Capai 23,85 Juta, Maman: Pemerintah Harus Lebih Bekerja Keras

Namun, ia mengingatkan seluruh kepala daerah di 17 kabupaten/kota agar tidak lengah karena angka 9,85 persen masih berada di posisi rentan terhadap fluktuasi ekonomi.

Baca Juga : Revitalisasi Pembangunan: Kutai Kartanegara Berani Ambisi Turunkan Angka Kemiskinan

"Kita boleh bangga, tapi tidak boleh kufur. Karena kalau lengah, bisa kembali dua digit. Sumsel ini bingkai dari 17 kabupaten dan kota. Kalau satu lemah, semuanya terdampak,” imbuhnya.

Sebagai langkah keberlanjutan, pemerintah provinsi kini fokus pada penguatan basis data melalui Sensus Ekonomi 2026 untuk memastikan intervensi kebijakan di masa depan tetap akurat.

Penurunan angka kemiskinan yang konsisten sejak pascapandemi dari 12,98 persen pada 2021 hingga di bawah 10 persen pada 2025 menunjukkan resiliensi ekonomi Bumi Sriwijaya yang kian solid.

(Tia/Nusantaraterkini.co)