Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Produksi Padi Nasional Diprediksi Meningkat Pesat, Capai 60,25 Juta Ton GKG

Produksi padi nasional 2025 diprediksi naik 13,37 persen menjadi 60,25 juta ton GKG, didorong luas panen dan kinerja sektor pangan.

Aktivitas petani di pedesaan.(foto:istimewa)
Aktivitas petani di pedesaan.(foto:istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Badan Pusat Statistik () melaporkan adanya tren positif pada sektor sepanjang tahun 2025. Berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) amatan November 2025, total di selama periode Januari–Desember 2025 diperkirakan menembus angka 60,25 juta ton (GKG).

"Capaian ini menandai lonjakan signifikan sebesar 13,37 persen atau bertambah sekitar 7,10 juta ton dibandingkan produksi tahun 2024 yang tercatat sebesar 53,14 juta ton GKG," Direktur Statistik Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan RI Ir Eko Marsoro MM, dilansir dari siaran resmi BPS, Rabu (7/1/2026).

Dikatakannya, peningkatan performa produksi ini didorong oleh perluasan luas panen yang cukup besar. BPS mencatat realisasi luas panen sepanjang 2025 mencapai 11,33 juta hektare, naik 12,80 persen dari tahun sebelumnya. Pada bulan November 2025 saja, luas panen mencapai 0,57 juta hektare dengan estimasi produksi mencapai 1,85 juta ton untuk konsumsi penduduk. 

​BPS menyampaikan bahwa total pada bulan Januari-Desember 2025 diperkirakan sebanyak 72,00 juta ton GKP, mengalami peningkatan sebanyak 8,49 juta ton GKP (13,38 persen) dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang sebanyak 63,51 juta ton GKP. 

"Jika dikonversikan menjadi siap konsumsi, total produksi beras sepanjang 2025 diperkirakan mencapai 34,71 juta ton, meningkat dari posisi 30,62 juta ton pada tahun 2024," lanjutnya.

​Secara regional, lumbung masih didominasi oleh tiga provinsi utama di Pulau Jawa. Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah tercatat sebagai wilayah dengan total produksi padi tertinggi sepanjang tahun 2025. Sebaliknya, produksi terendah berada di wilayah Papua Pegunungan, Kepulauan Riau, dan Papua Barat Daya. 

Memasuki awal tahun 2026, potensi produksi padi diprediksi akan terus menguat. BPS memproyeksikan potensi luas panen pada periode Januari–Februari 2026 mampu mencapai 1,55 juta hektare. Angka ini menunjukkan pertumbuhan luas lahan yang akan dipanen sebesar 0,38 juta hektare jika dibandingkan dengan periode yang sama pada awal tahun 2025. 

​Optimisme serupa terlihat pada proyeksi hasil panen di dua bulan pertama tahun depan. "Potensi produksi padi bulan Desember 2025 sebanyak 3,01 juta ton GKP dan Januari-Februari 2026 sebanyak 9,92 juta ton GKP," tambahnya.

Untuk produksi beras pada Januari-Februari 2026, potensinya diperkirakan mencapai 4,78 juta ton beras. Meski demikian, pihak BPS menekankan bahwa angka tersebut masih bersifat potensi dan dapat berubah mengikuti hasil realisasi Survei KSA dan Survei Ubinan mendatang.  

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait