Guru Besar Al Azhar: Ketegasan Jaksa Agung Kunci Utama Jaga Kepercayaan Publik
Guru Besar Al Azhar Suparji Achmad menilai ketegasan Jaksa Agung ST Burhanuddin penting untuk menjaga kepercayaan publik dan integritas Kejagung.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Achmad, menilai ketegasan kepemimpinan Jaksa Agung ST Burhanuddin menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap Kejaksaan Agung (Kejagung).
Menurut Suparji, dinamika hukum yang belakangan melibatkan sejumlah mantan pejabat tinggi tidak semestinya memengaruhi atau memperlambat proses penegakan hukum. Sebaliknya, situasi tersebut harus menjadi momentum bagi Kejaksaan untuk menunjukkan komitmennya dalam pemberantasan korupsi secara profesional dan berintegritas.
“Kepercayaan publik tidak hanya ditentukan oleh siapa yang menjabat, tetapi oleh integritas, profesionalisme, independensi, dan keberanian menegakkan hukum,” ujar Suparji, Senin (10/8/2026).
Ia juga mengingatkan masyarakat dan media agar dapat membedakan antara capaian kinerja institusi dengan dugaan pelanggaran yang bersifat individual.
Suparji menilai evaluasi terhadap Korps Adhyaksa perlu dilakukan secara objektif dan proporsional dengan mengacu pada indikator kinerja yang terukur. Menurutnya, persoalan yang melibatkan individu tidak semestinya secara otomatis menghilangkan penilaian terhadap kinerja institusi secara keseluruhan.
Lebih lanjut, ia menilai gaya kepemimpinan yang tenang, transparan, dan berorientasi pada penguatan sistem menjadi penting untuk menjaga soliditas jajaran Kejaksaan.
“Dengan fondasi sistem yang kuat, penanganan perkara-perkara korupsi skala besar, penyelamatan aset keuangan negara, hingga penindakan tindak pidana pencucian uang (TPPU) harus tetap berjalan tanpa terganggu oleh isu-isu personal,” katanya.
Suparji juga mengapresiasi langkah Jaksa Agung ST Burhanuddin yang dinilainya konsisten melakukan pembenahan internal, memperkuat fungsi pengawasan, serta menjaga akuntabilitas dalam proses penegakan hukum.
Menurut dia, pembenahan internal dan pengawasan yang dilakukan secara konsisten merupakan bagian penting dalam membangun sistem pencegahan sekaligus menjaga integritas dan moralitas aparatur penegak hukum.
Ia pun mengajak seluruh insan Adhyaksa untuk tetap bekerja secara profesional dan tidak terpengaruh oleh berbagai dinamika yang berkembang.
“Saya mengajak seluruh insan Adhyaksa untuk tidak goyah. Jadikan hukum sebagai panglima. Bekerja tanpa pandang bulu dan utamakan kepentingan bangsa dan negara,” ujar Suparji.
Ia menegaskan, kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum tidak dibangun secara instan, melainkan melalui konsistensi dalam menjunjung tinggi keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan.
“Kepercayaan masyarakat dibangun dari konsistensi menjunjung keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan,” pungkasnya.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWS VIDEOKapolri Tegaskan Penangkapan Pati Polri Terkait Kasus Penyadapan Murni Penegakan Hukum
11 menit yang lalu -
E-SportTekuk Alter Ego 3-1, NAVI Melaju ke Final Upper Bracket MPL S18
Herman Saleh Harahap·12 menit yang lalu -
SUMUTImigrasi Padangsidimpuan Bentuk Timpora, Perkuat Pengawasan Orang Asing
Rozie Winata·17 menit yang lalu -
NEWS VIDEOBonatua Silalahi Diperiksa Terkait Keabsahan Ijazah Gibran Rakabuming Raka
18 menit yang lalu -
POLITIKFirman Soebagyo Desak DPR Revisi UU Pemilu, Ingatkan Bahaya Kekosongan Jabatan Kepala Daerah
Rozie Winata·57 menit yang lalu -
NASIONALKasus Penyadapan, DPR Desak Percepatan Undang-Undang Satu Data Indonesia
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
-
PERISTIWAWarga Helvetia Geruduk BPN Sumut, Tuntut Terbitkan Sertifikat 32 Hektare Lahan Eks Garapan PTPN II
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SUMSELGagas Pengolahan Sampah Modern, Sumsel Siap Resmikan PSEL Pertama di Indonesia
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
SUMSELDari Tapsel hingga Sumsel, Rekam Jejak dan Dedikasi Irjen Pol Rony Samtana
Rozie Winata·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan