Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 3.450 Jemaah Umrah Terdampak di Bandara Soetta

Erupsi Gunung Anak Krakatau mengganggu penerbangan di Bandara Soetta dan berdampak pada 3.450 jemaah umrah. Kemenhaj siapkan mitigasi.

Malam 27 Ramadan, Jutaan Jemaah Padati Masjidil Haram Berharap Meraih Lailatul Qadar. Ilustrasi. (Foto: istimewa)
Malam 27 Ramadan, Jutaan Jemaah Padati Masjidil Haram Berharap Meraih Lailatul Qadar. Ilustrasi. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, — Erupsi Gunung turut mengganggu aktivitas internasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Banten. Kondisi tersebut berdampak pada perjalanan ribuan yang dijadwalkan berangkat maupun tiba melalui bandara tersebut.

Sebaran di wilayah Selat Sunda dan Banten membuat sejumlah penerbangan harus mengalami penyesuaian jadwal. Bahkan, beberapa penerbangan ditahan sementara atau berstatus hold demi menjaga keselamatan penerbangan.

Kementerian Haji dan () memastikan langkah terus dilakukan untuk melindungi jemaah yang terdampak. Koordinasi dilakukan bersama pengelola bandara, maskapai penerbangan, serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo mengatakan, berdasarkan data otoritas bandara per 6 September 2026 pukul 21.00 WIB, terdapat 55 rencana penerbangan internasional dan umrah di pada Senin (7/9/2026).

Puluhan tersebut diperkirakan melayani sekitar 13.549 pergerakan penumpang. Dari jumlah itu, sebanyak 3.450 orang merupakan " class="article-tag-link" rel="tag">jemaah umrah.

"Pergerakan tersebut terbagi atas 28 rencana penerbangan keberangkatan yang membawa 1.859 " class="article-tag-link" rel="tag">jemaah umrah serta 27 rencana penerbangan kedatangan yang mengangkut 1.591 jemaah umrah," kata Puji dalam keterangannya di , dikutip dari kompas.com, Selasa (8/9/2026).

Sejumlah Penerbangan Berstatus Hold

Paparan abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau membuat sejumlah penerbangan maskapai internasional mengalami penundaan.

Puji menyebut beberapa maskapai yang terdampak antara lain , Qatar Airways, Malaysia Airlines, Scoot, Emirates, dan Oman Air.

Menurutnya, sebagian besar jadwal penerbangan dengan maskapai tersebut tercatat dalam status tertahan atau hold karena kondisi ruang udara yang belum sepenuhnya aman untuk dilalui.

Gangguan itu juga memperburuk penurunan aktivitas yang telah terlihat sehari sebelumnya.

Pada Minggu (6/9/2026), realisasi penerbangan umrah di Bandara Soetta hanya mencatat dua penerbangan keberangkatan dan tidak terdapat penerbangan kedatangan. Total penumpang yang dilayani mencapai 749 orang, termasuk 449 jemaah umrah.

Hampir 181 Ribu Jemaah Umrah Terlayani Sejak Juli

Sebelum aktivitas penerbangan terganggu , Bandara Soekarno-Hatta tercatat menjadi salah satu pintu keberangkatan dan kedatangan jemaah umrah dengan volume cukup tinggi.

Kemenhaj mencatat, sepanjang 1 Juli hingga 6 September 2026, terdapat 1.538 penerbangan umrah melalui Terminal 2F dan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Rinciannya, sebanyak 758 merupakan penerbangan keberangkatan dan 780 penerbangan kedatangan. Total mobilitas penumpang selama periode tersebut mencapai 486.629 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 180.726 orang merupakan jemaah umrah atau sekitar 37,14 persen dari keseluruhan lalu lintas penumpang internasional.

Jumlah jemaah umrah harian tertinggi tercatat pada 15 Juli 2026 dengan 4.542 jemaah. Sementara frekuensi penerbangan terbanyak terjadi pada 7 Agustus 2026, yakni mencapai 39 penerbangan dalam satu hari.

Tiga penerbangan Saudia Airlines, yaitu SV817, SV826, dan SV821, menjadi penerbangan yang paling dominan melayani mobilitas jemaah umrah dalam periode tersebut.

Kemenhaj Minta Jemaah Tidak Dipaksakan Berangkat

Menghadapi gangguan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang dikategorikan sebagai kondisi force majeure, Kemenhaj meminta seluruh PPIU dan asosiasi penyelenggara perjalanan umrah menyampaikan informasi secara terbuka kepada jemaah dan keluarga.

PPIU juga diminta memberikan pendampingan serta memenuhi kebutuhan jemaah yang terdampak, khususnya mereka yang harus menunggu di area bandara.

"Kita mengimbau pihak PPIU untuk memfasilitasi kebutuhan akomodasi dan konsumsi bagi jemaah yang tertahan di bandara, serta menahan keberangkatan jemaah dari daerah asal menuju bandara hingga otoritas resmi mengumumkan pembukaan kembali ruang udara," tegas Puji.

Kemenhaj juga berkoordinasi dengan maskapai untuk memastikan hak jemaah tetap terpenuhi, termasuk apabila harus dilakukan penjadwalan ulang atau reschedule penerbangan.

Jika memungkinkan, rute alternatif juga akan disiapkan. Kemenhaj menegaskan, jemaah tidak seharusnya dibebani biaya tambahan akibat perubahan perjalanan yang terjadi karena gangguan penerbangan tersebut.

Untuk memudahkan pemantauan dan penyampaian informasi, Kemenhaj turut menyiagakan posko layanan di terminal bandara.

Posko tersebut berfungsi memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan penerbangan sekaligus membantu jemaah yang terdampak.

Kemenhaj menegaskan keselamatan jemaah dan keamanan penerbangan menjadi prioritas utama selama sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berpotensi mengganggu operasional penerbangan.

(Dra/nusantaratetkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait