Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

DLHK Sumut Menduga Kebakaran Hutan di Samosir karena Pengguna Jalan Buang Puntung Rokok Sembarangan

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kondisi hutan dan lahan di Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, pada Kamis (3/7/2025). (Foto: Junaidin Zai/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sumatera Utara (Sumut), menduga penyebab kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, karena sejumlah pengguna jalan membuang puntung rokok sembarangan. Sehingga menyulut api dan membakar tumbuhan kering.

Meskipun demikian, pihak DLHK mengaku jika dugaan penyebab karhutla di kawasan hutan tersebut belum dapat dipastikan. Sifatnya hanya dugaan sementara.

"Sampai saat ini, kami belum mengetahui secara persisnya karena lokasi awal terbakar berada di pinggir jalan dan waktu kejadian terjadi sekitar Pukul 00.30 atau 01.00 WIB," ucap Kepala Bidang Perlindungan Hukum, dan Peningkatan Kapasitas, DLHK Sumut, Zainuddin, kepada Nusantaraterkini.co melalui saluran telepon, Sabtu (5/7/2025).

"Kami menduga kejadian ini akibat kelalaian pengguna jalan yang membuang puntung rokok atau sejenis lainnya ke jalan, mengingat di lokasi banyak bahan bakar (ilalang), serta kuatnya embusan angin dan musim kemarau yang mendukung terjadinya karhutla," sambungnya.

Baca Juga: Dulu Hijau, Kini Hitam: Wisatawan Tele Saksikan Wajah Samosir yang Berubah

Baca Juga: Aliansi Jurnalis Samosir Soroti Karhutla, Polisi: Sebagian Besar Sengaja Dibakar

Dia juga menambahkan, bahwa seluruh api telah padam sejak Jumat (4/7/2025) kemarin. Luas wilayah yang terdampak Karhutla, sedikitnya mencapai 100 hektare lebih.

Sementara itu, dari amatan Nusantaraterkini.co pada Kamis (3/7/2025) lalu, sejumlah titik bara masih terpantau muncul di kawasan hutan yang berada di Kecamatan Harian.

Berbeda dengan DLHK yang menduga sumber api berasal dari puntung rokok pengguna jalan, tim Manggala Agni atau brigade pengendalian kebakaran hutan dan lahan yang dibentuk oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia menyebut, jika api diduga sengaja dibakar oleh warga untuk mendatangkan hujan.

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu anggota Manggala Agni, Damanik, yang ditugaskan di Kabupaten Samosir. Menurutnya, kebiasaan tersebut merupakan keyakinan tersendiri masyarakat lokal.

"Jadi, jika seandainya semua titik terbakar 75 persen atau 80 persen, hujan akan segera turun. Setelah itu rumput baru tumbuh dan akan dijadikan sebagai pakan ternak warga," ucap Damanik kepada Nusantaraterkini.co, saar ditemui di lokasi.

Di sisi lain, Kepala Tim Manggala Agni, Suliantono, menyebut jika luas wilayah hutan yang terbakar sejak awal kejadian pada Selasa 1 Juli hingga Kamis 3 Juli 2025, diperkirakan telah mencapai 125 hektare.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Samosir, Sarimpol Simanihuruk, memperkirakan luas lahan yang terbakar sejak 1 Juli hingga Kamis 3 Juli mencapai 125 hekatare lebih.

Baca Juga: Kebakaran Hutan Pinus di Tele Capai 125 Hektare

Baca Juga: Cerita Tim Manggala Agni, Berjibaku Padamkan Api Kebakaran Hutan Pinus Samosir

Saat disinggung terkait dugaan penyebab kebakaran Sarimpol hemat bicara. Pihaknya belum mampu untuk menyimpulkannya.

"(Dibakar atau terbakar) kalau itu kita belum bisa tentukan," ujarnya saat ditemui terpisah pada Kamis sore.

Akan tetapi, terkait kondisi hutan dan lahan di Kabupaten Samosir, Nusantaraterkini.co telah berupaya mengomfirmasi Bupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom, enggan berkomentar.

Upaya konfirmasi yang dikirim melalui pesan singkat dan menghubungi lewat sambungan telepon telah dilakukan. Namun, hingga kini tanggapan dari pria kelahiran Banjarmasin, Kalimantan Selatan itu belum ada. 

(cw7/nusantaraterkini.co)