Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Sungai Meluap, 4.466 KK di Empat Kecamatan Muara Enim Terendam Banjir Setinggi 50 CM ​

Editor:  Herman Saleh Harahap
Reporter: Adetia Purwaningsih
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
BPBD bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) saat meninjau lokasi banjir di Muara Enim, Rabu (4/2/2026).(foto:bpbdmuaraenim)

Nusantaraterkini.coMUARA ENIM-Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Muara Enim mengakibatkan luapan sungai merendam pemukiman warga di empat kecamatan, Rabu (4/2/2026). Sebanyak 4.466 kepala keluarga dilaporkan terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 50 sentimeter.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman menyebut jika wilayah yang terendam meliputi Kecamatan Gunung Megang, Benakat, Rambang dan Lubai Ulu. 

Baca Juga : 4 Desa di Gunung Megang Terendam Luapan Sungai Lematang, Tim Gabungan Sisir Lokasi Banjir

Menanggapi kondisi tersebut, BPBD bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi warga dan penanganan darurat di lapangan. Selain merendam ribuan rumah, hasil kaji cepat petugas menunjukkan adanya kerusakan pada fasilitas publik, termasuk dua sekolah dasar, satu kantor desa, dan satu musala yang ikut tergenang. 

Baca Juga : Banjir OKI Meluas ke 6 Kecamatan, Bupati Muchendi Percepat Perbaikan Pintu Air

Pihak BPBD juga telah mendirikan posko bencana di beberapa desa untuk mempercepat koordinasi bantuan dan pemantauan situasi.

“Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air naik dan menggenangi rumah warga. Kami bersama Tim TRC BPBD langsung melakukan evakuasi, kaji cepat, serta mendirikan posko bencana di beberapa desa terdampak,” jelas Sudirman.

Baca Juga : TNI Dukung Percepatan Pemulihan Pascabencana di Sumbar, Sumut dan Aceh

Saat ini, petugas masih bersiaga penuh di wilayah terdampak guna mengantisipasi kemungkinan kenaikan debit air susulan jika hujan kembali mengguyur wilayah hulu.

Baca Juga : AHY Targetkan Huntara Siap Huni sebelum Ramadan 2026

Sudirman menegaskan bahwa fokus utama petugas saat ini adalah memastikan seluruh warga dalam kondisi aman dan tercukupi kebutuhan daruratnya.

“Prioritas utama kami adalah keselamatan masyarakat. Tim masih siaga di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan,” katanya.

BPBD mengimbau kepada warga yang bermukim di daerah aliran sungai dan wilayah rawan banjir lainnya untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Untuk waraga sekitar kami imbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan, serta segera melapor ke posko terdekat apabila ketinggian air menunjukkan tren meningkat secara signifikan,” pungkasnya. 

(Tia/Nusantaraterkini.co)