Permintaan Global Melemah, Nilai Ekspor Batu Bara Sumsel Tahun 2025 Merosot 16,46 Persen
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan mencatat nilai ekspor batu bara dan lignit sepanjang tahun 2025 mengalami penurunan
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan mencatat nilai ekspor batu bara dan lignit sepanjang tahun 2025 mengalami penurunan sebesar US$478,77 juta atau 16,46 persen akibat melemahnya permintaan pasar global di tengah tren transisi energi hijau.
Penurunan signifikan pada komoditas unggulan ini menjadi faktor utama terkoreksinya total nilai ekspor Sumatera Selatan sebesar 5,78 persen dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun beberapa sektor nonmigas lainnya seperti karet justru mengalami pertumbuhan.
Statistisi Ahli Madya BPS Sumsel, Intan Yudistri Pebrina menyampaikan jika lesunya kinerja ekspor ini murni disebabkan oleh faktor eksternal, bukan karena kendala operasional domestik.
“Sepanjang tahun lalu turun, terutama penyebab turunnya itu dari nonmigas yaitu yang terbesar batubara dan lignit,” ujar Intan Yudistri Pebrina, Rabu (4/2/2026).
Intan menyebut jika batu bara dan lignit masih memegang andil terbesar dalam struktur ekspor daerah dengan kontribusi mencapai 40,86% atau senilai US$2.430,47 juta.
Namun, pergeseran minat dunia terhadap energi baru terbarukan membuat serapan dari negara tujuan ekspor berkurang secara bertahap.
“Kalau penurunan [batubara] karena memang permintaan global. Jadi meskipun kita tetap ekspor, tapi dari permintaan global sendiri berkurang,” tuturnya.
Lebih lanjut, BPS menegaskan bahwa penyusutan nilai ekspor ini tidak memiliki kaitan dengan kebijakan pembatasan angkutan batu bara di jalan umum yang sempat berlaku di wilayah Sumsel.
Hal ini sekaligus menepis spekulasi bahwa kebijakan lokal menghambat arus perdagangan internasional.
“Karena memang permintaan yang berkurang, bukan dari kita yang membatasi,” tegasnya.
Berdasarkan data Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumsel, realisasi produksi batu bara hingga November 2025 sendiri telah mencapai 104 juta ton, di mana pembagiannya tergolong seimbang antara pemenuhan kebutuhan Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 51 juta ton dan alokasi ekspor sebanyak 53 juta ton.
(Tia/Nusnataraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SEPAKBOLAKlasemen Piala ASEAN FIFA: Indonesia Tempati Posisi Kedua
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWSDirjen PAS Ungkap 13 Rumah Dinas di Lapas Cibinong Tak Tercatat sebagai Aset Negara
hendra·1 jam yang lalu -
KESEHATANRico Waas: Dukungan Suami Kunci Lahirkan Generasi Unggul
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SEPAKBOLAIndonesia Imbang Lawan Malaysia, Kartu Merah Haye Jadi Sorotan
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
RELIGIPeringati Maulid Nabi, Rico Waas Ajak Warga Atasi Masalah Medan
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
SUMATERA TERKINIBupati Pasaman Barat Jenguk Korban Serangan Buaya di RSUD
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
KOTA MEDANRico Waas Minta Bangso Batak Jaga Budaya dan Rangkul Anak Muda
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NEWSTNI Gagalkan Penyelundupan 16,4 Kg Sabu di Perbatasan Malaysia
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
KOTA MEDANPemko Medan Paparkan Capaian Penanganan Bencana kepada Satgas PRR
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan