Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Dalih Hukuman karena Terlambat, Guru Agama di Batam Diduga Cabuli Siswanya

Editor:  hendra
Reporter: Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi tangan diborgol. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, BATAM – Kepercayaan orang tua terhadap lingkungan sekolah kembali tercoreng. Seorang guru agama berinisial MJ (33) di salah satu SMK di Kota Batam, Kepulauan Riau, harus berurusan dengan hukum setelah diduga mencabuli muridnya sendiri.

Kasus ini terungkap setelah orang tua korban memberanikan diri melapor ke polisi. Laporan resmi dibuat ke Polsek Batu Aji pada 6 Januari 2026, setelah korban menceritakan perlakuan yang dialaminya di lingkungan sekolah.

Kapolsek Batu Aji, AKP Bayu Rizki Subagyo, membenarkan adanya laporan dugaan pelecehan seksual yang melibatkan tenaga pendidik tersebut. Polisi pun langsung menetapkan MJ sebagai tersangka.

Baca Juga : Misteri Mayat Wanita dengan Pisau Tertancap Diperut Terungkap, Ternyata Ini Pelakunya

“Benar, laporan sudah kami terima. Pelaku merupakan guru agama berusia 33 tahun dan saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Bayu, dikutip pada Selasa (10/2/2026).

Korban diketahui seorang siswa laki-laki kelas 10, sementara pelaku juga berjenis kelamin laki-laki. Peristiwa dugaan pencabulan itu disebut terjadi di ruang guru, lokasi yang seharusnya menjadi tempat aman bagi siswa.

Dari hasil penyelidikan sementara, pelaku menggunakan modus hukuman sebagai celah melancarkan aksinya. Kejadian bermula saat korban terlambat masuk kelas. Pelaku kemudian meminta korban tidak langsung pulang setelah jam pelajaran berakhir.

Baca Juga : Polisi Ringkus 3 Komplotan Pengedar Uang Palsu

“Korban diminta tetap tinggal dengan alasan akan diberi hukuman. Setelah jam sekolah selesai, korban disuruh masuk ke ruang guru, dan di situlah dugaan tindakan pelecehan terjadi,” jelas Bayu.

Polisi juga tengah mendalami kemungkinan adanya korban lain. Meski sejauh ini baru satu korban yang melapor, penyidik membuka peluang kasus ini lebih besar dari yang terungkap.

“Sementara ini baru satu korban. Namun tidak menutup kemungkinan ada korban lainnya. Masih kami dalami,” pungkasnya.

Baca Juga : Sayembara Tangkap Maling di Tambora Disebut Bisa Kurangi Kasus Pencurian

Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya pengawasan di lingkungan pendidikan serta keberanian korban dan keluarga untuk berbicara demi mencegah kejahatan serupa terulang.

(Dra/nusantaraterkini.co).