Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Bursa Saham Asia Pasifik Bertengger di Zona Merah Tidak Mengikuti Penguatan Wall Street

Editor:  Team
Reporter: wiwin
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
bursa saham Asia Pasifik melemah tidak mengikuti penguatan Wall Street yang mencatat rekor tertinggi setelah Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunjuk Scott Bessent sebagai Menteri Keuangan. 

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Selasa (26/11/2024) pagi bursa saham Asia Pasifik melemah tidak mengikuti penguatan Wall Street yang mencatat rekor tertinggi setelah Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunjuk Scott Bessent sebagai Menteri Keuangan. 

BACA: Wall Street Menghijau Kerek Saham-saham Berkapitalisasi Kecil Mencetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Sementara, Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,28% setelah sebelumnya mencatat rekor penutupan tertinggi pada Senin.

Baca Juga : Wall Street Pecahkan Rekor, Dolar AS Menguat

Di sisi lain, indeks Nikkei 225 Jepang merosot 0,82% dan Topix kehilangan 0,64%. Data menunjukkan Indeks Harga Jasa Produsen (Service PPI) Jepang meningkat 2,9% secara tahunan, sedikit lebih tinggi dibandingkan kenaikan 2,8% pada bulan sebelumnya.

BACA: Harga Minyak Mentah West Texas Intermediate Melorot 32 sen (0,46%) Terduduk di Level US$68,62 Per Barel

 Di Korea Selatan, indeks Kospi turun 0,40% pada awal perdagangan. Sedangkan, Indeks Futures Hang Seng Hong Kong tercatat di level 19.245, lebih tinggi dibandingkan penutupan terakhir indeks Hang Seng di 19.150,99. 

Baca Juga : Lawan Sabotase Energi: Havana Kecam Praktik Premanisme Global Amerika Serikat

Investor di Asia Pasifik memantau rilis data produksi manufaktur Singapura untuk Oktober, yang diperkirakan naik 2,2% secara tahunan menurut survei Reuters.

BACA: Harga Emas Spot Turun 0,2% ke Level US$2.621,06 Per Ons Troi Dipicu Oleh Penguatan Dolar AS

Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan kenaikan 9,8% pada September. 

Baca Juga : Iran Siap Negosiasi dengan AS dengan Syarat Tanpa Ancaman

Di AS, reli di pasar saham mengangkat indeks Dow Jones Industrial Average, S&P 500, dan Russell 2000 ke level tertinggi baru pada Senin (25/11).

BACA: Kurs Rupiah Melemah 0,2% di Level Rp15.913 Per Dolar AS di Awal Perdagangan Selasa (26/11/2024) 

Penguatan ini didorong oleh optimisme investor atas penunjukan Scott Bessent, pendiri Key Square Group, sebagai Menteri Keuangan AS. 

Baca Juga : IHSG Melorot 38,083 Poin ke Level 7.207,805 di Perdagangan Pagi

Indeks Dow Jones melonjak 440,06 poin atau 0,99% ke 44.736,57, mencatat rekor penutupan tertinggi.

BACA: Harga Minyak Mentah Bertahan Dekati Level Tertinggi Dalam Dua Minggu Setelah Kenaikan 6% Minggu Lalu 

Indeks S&P 500 naik 0,3% ke 5.987,37 dan Nasdaq Composite menguat 0,27% ke 19.054,84, keduanya juga mencetak rekor baru. 

Baca Juga : Bursa Saham Asia Pasifik Bertengger di Zona Hijau, Saham Australia Sentuh Rekor Tertinggi 

Investor global saat ini terus memantau langkah-langkah kebijakan yang akan diambil oleh tim ekonomi Trump dan data ekonomi utama yang akan dirilis dalam waktu dekat, termasuk potensi dampaknya terhadap pasar Asia.