Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Satgas Pangan Polda Sumsel Pastikan Stok dan Harga Sembako Aman Jelang Ramadan 2026

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Adetia Purwaningsih
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Sumsel, Kombes Pol Doni Satrya Sembiring saat sidak di Pasar Palimo, KM 5, Palembang. (Foto: dok Polda Sumsel)

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Sumsel bersama Dinas Perdagangan melakukan inspeksi mendadak di sejumlah pasar tradisional Palembang pada, Selasa (3/2/2026). 

Ini dilakukan, guna menjamin stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan.

Baca Juga : Kelola 200 Akun FB Judi Online Kamboja, 2 Mahasiswa Palembang Ditangkap Polisi

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Sumsel, Kombes Pol Doni Satrya Sembiring menyebut, pemantauan dilakukan di titik krusial seperti Pasar Palimo KM 5 dan Pasar Lemabang untuk mencegah kelangkaan komoditas.

Baca Juga : Lalai Saat Bertugas, Oknum Polisi di Palembang Tabrak Warga Ogan Ilir Hingga Meninggal Dunia ​

“Kami melakukan sidak di beberapa pasar tradisional di Kota Palembang untuk memastikan harga bahan pokok tetap stabil serta ketersediaan stok pangan aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima.

Berdasarkan pengecekan langsung terhadap komoditas seperti beras, minyak goreng, gula dan telur, tim di lapangan menyimpulkan bahwa kondisi pasar saat ini masih relatif terkendali.

Baca Juga : Satgas Pangan Tetapkan Enam Tersangka Kasus Beras Oplosan, Legislator: Bentuk Keseriusan Bersihkan Mafia Pangan

“Stok beras, minyak goreng, dan gula masih mencukupi. Sejauh ini belum ditemukan lonjakan harga yang signifikan,” imbuhnya.

Baca Juga : Satgas Pangan Polri Rilis Lima Merek Beras Oplosan, Berikut Daftarnya

Meski kondisi terpantau normal, ia menegaskan jika pihaknya akan terus melakukan pengawasan berkala hingga Hari Raya Idulfitri.

Ia juga memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan tidak sah dari situasi ini.

“Pemantauan berkelanjutan terus kami lakukan. Jika ditemukan pelanggaran atau oknum yang mencoba memainkan harga, tentu akan kami proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya.

(Tia/Nusantaraterkini.co)