Wall Street Pecahkan Rekor, Dolar AS Menguat
Wall Street mencetak rekor tertinggi awal 2026, dolar AS menguat usai data tenaga kerja AS Desember. Saham teknologi dan komoditas reli.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Pasar keuangan global bergerak positif pada akhir pekan kedua Januari 2026. Bursa saham Wall Street mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah, seiring penguatan dolar Amerika Serikat setelah rilis data ketenagakerjaan AS periode Desember yang sedikit di bawah ekspektasi pasar.
Tiga indeks utama Wall Street—Dow Jones Industrial Average, S&P 500, dan Nasdaq Composite—ditutup di level tertinggi baru pada Jumat (9/1/2026). Sentimen risk-on menguat setelah laporan pemerintah AS menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang melambat, namun masih mencerminkan kondisi ekonomi yang solid.
Saham sektor teknologi kembali menjadi motor penggerak pasar. Intel melonjak tajam 10,8% setelah Presiden AS Donald Trump mengungkapkan hasil pertemuan positif dengan CEO Intel, Lip-Bu Tan. Penguatan juga terjadi pada saham Broadcom yang naik 3,8%, memperkuat reli saham-saham chip.
Data Tenaga Kerja Jadi Penopang Sentimen
Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan penambahan 50.000 pekerjaan non-pertanian sepanjang Desember. Angka ini sedikit di bawah proyeksi Reuters sebesar 60.000, namun lebih baik dibanding revisi November yang tercatat 56.000. Sementara itu, tingkat pengangguran turun ke 4,4%, sesuai dengan perkiraan analis.
Ahli strategi portofolio senior Ingalls & Snyder, Tim Ghriskey, menilai laporan tersebut cukup menenangkan pasar. Menurutnya, meski pertumbuhan tenaga kerja melambat, kondisi pasar tenaga kerja AS masih tergolong sehat dan stabil setelah sempat terganggu penutupan pemerintahan federal.
Indeks Global dan Dolar AS Menguat
Pada penutupan perdagangan:
Dow Jones naik 237,96 poin (0,48%) ke 49.504,07
S&P 500 menguat 44,82 poin (0,65%) ke 6.966,28
Nasdaq Composite melonjak 191,33 poin (0,82%) ke 23.671,35
Kinerja positif ini juga tercermin di pasar global. Indeks MSCI World mencetak rekor intraday, sementara indeks saham Eropa STOXX 600 naik hampir 1% dan mencatatkan rentetan kenaikan mingguan terpanjang sejak Mei.
Di pasar valuta asing, indeks dolar AS kembali menguat 0,26% ke level 99,13 setelah sempat berfluktuasi pasca rilis data tenaga kerja.
Obligasi, Minyak, dan Logam Ikut Bergerak
Imbal hasil Treasury AS tenor dua tahun naik menjadi 3,538%, mencerminkan ekspektasi suku bunga yang masih bertahan. Sementara imbal hasil obligasi 10 tahun justru sedikit turun ke 4,171%.
Di pasar komoditas, harga minyak melanjutkan penguatan. Brent ditutup di US$63,34 per barel dan WTI di US$59,12 per barel. Investor menilai produksi minyak Venezuela belum akan meningkat signifikan meski terjadi perubahan kendali politik.
Logam industri juga menunjukkan tren positif. Harga tembaga terus naik karena spekulasi peningkatan permintaan global, sementara aluminium menyentuh level tertinggi sejak April 2022.
Ke depan, pelaku pasar juga menanti keputusan Mahkamah Agung AS terkait legalitas tarif perdagangan era Trump yang dijadwalkan keluar pada pertengahan Januari 2026.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
HUKUM DAN KRIMINALGeger Gangster di Surabaya! Dua Remaja Dikeroyok, Punggung dan Bibir Dibacok
hendra·8 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALSatgas Damai Cartenz Bekuk Mahasiswa Pencuri Senjata Api Polisi di Jayapura
Rozie Winata·17 menit yang lalu -
NEWSInspektorat Nias Selatan Perkuat Pengawasan Pemerintahan Desa se-Kepulauan Batu
hendra·39 menit yang lalu -
-
-
-
HUKUM DAN KRIMINALMahasiswa Unsri Palembang Dirampok Usai Kuliah, Diancam Pisau oleh Begal Bermotor
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALDemi Sabu dan Judi Online, Pria Pengangguran Nekat Todong Penghuni Indekos
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SUMSELProgram Minggu Kasih, Kapolda Sumsel Serap Aspirasi Jemaat Gereja HKBP dan Serahkan Sarana Kontak Pengaduan
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SUMSELLRT Sumsel Sedot APBN Rp300 Miliar per Tahun, Gubernur Sebut ‘Wajar’
Rozie Winata·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan