Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Bupati Samosir Dinilai Warga tak Berempati Terhadap Masyarakat Korban Kebakaran

Editor:  Fadli Tara
Reporter: Juita Sinuhaji
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!

Nusantaraterkini.co, SAMOSIR - Lima hari setelah peristiwa kebakaran yang melahap sebanyak 8 unit rumah di Dusun lll Sidaji, Desa Simarmata, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, pada (29/9/2025) lalu, trauma dan duka mendalam belum berlalu.

Dalam peristiwa tersebut warga membutuhkan uluran tangan, semangat dan perhatian Pemerintah Daerah, namun Bupati dan Wakil Bupati di hari kelima belum juga turun.

Baca Juga : Minim Empati, Bupati Samosir Kurang Peduli terhadap Warga yang Berduka di Daerahnya

Sebagai kepala daerah seyogianya melayani dan mengayomi warganya, Ironisnya, hingga kini Bupati dan Wakil Bupati belum menyapa dan memotivasi warganya yang terkena musibah kebakaran di Simarmata.

Bahkan, beberapa musibah yang terjadi Bupati Samosir absen, seperti peristiwa dua orang wisatawan yang tenggelam di Jembatan Tano Ponggol, dua pemburu burung tenggelam satu selamat, satu meninggal dunia di perairan Danau Toba Cinta Dame Simanindo, dan tiga orang tenggelam meninggal dunia di perairan Danau Toba Onan Runggu Samosir.

Keluarga korban rumahnya terbakar, insial J Sitindaon saat dikonfirmasi di Desa Simarmata mengatakan bahwa Bupati dan Wakil Bupati belum datang sama sekali.

"Bupati gak datang, tapi perwakilannya yang datang, katanya dia lagi gak disini, kalau pak wakil gak tau persis,"ucapnya, Jumat (3/10/2025).

Baca Juga : Wisatawan Keluhkan Jalan Rusak Menuju Desa Bonandolok Samosir

Sitindaon juga mengatakan bahwa musibah kebakaran rumah di Dusun lll Sidaji Simarmata menghanguskan 8 unit rumah.

"Peristiwa kebakaran yang terjadi menghanguskan 8 unit rumah, tidak ada barang atau harta benda yang bisa diselamatkan lantaran api sangat kencang pada saat kejadian, yang penting warga selamat semua dan sehat," ungkapnya.

Ia juga mengatakan bahwa rumah yang terbakar belum atau akan segera dibangun atau bagaimana, tetapi rumah mertuanya akan direncakan dibangun dengan sederhana.

"Rumah-rumah yang terbakar saya tidak tau apakah segera dibangun atau tidak, karena memang tidak mudah membangun rumah tetapi rumah keluarga atau mertua mungkin akan di bangun sederhana dulu agar bisa ditempati,"ujarnya.

Baca Juga : Pemkab Samosir Dukung Percepataan MBG, Dorong Kolaborasi Tim Satuan dan SPPG

Ia juga mengatakan bahwa warga yang mengalami musibah sementara waktu tinggal di tenda yang disediakan Pemerintah, lokasinya tidak jauh dari rumah-rumah warga yang terbakar.

"Sementara waktu, warga yang rumahnya terbakar harus mengungsi dan tinggal di tenda yang telah disediakan Pemerintah tidak jauh dari lokasi kebakaran, kalau sekarang warga tersebut lagi di gereja tapi nanti malam kembali ke tenda untuk tidur disana,"tutupnya.

(jas/Nusantaraterkini.co)