Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Kejati Sumut Tahan GM PT Yodya Karya Terkait Korupsi KSPN Danau Toba Senilai Rp13 Miliar

Kejati Sumut tahan GM PT Yodya Karya terkait korupsi proyek KSPN Danau Toba senilai Rp13 Miliar. Cek detailnya!

Kasipenkum Kejati Sumut, Rizaldi saat memaparkan penetapan tersangka baru dalam kasus Tipikor Pengerjaan KSPN Danau Toba TA 2022, di Kantor Kejati Sumut, Senin (2/2/2026). (Foto: Ardi/nusantaraterkini.co)
Kasipenkum Kejati Sumut, Rizaldi saat memaparkan penetapan tersangka baru dalam kasus Tipikor Pengerjaan KSPN Danau Toba TA 2022, di Kantor Kejati Sumut, Senin (2/2/2026). (Foto: Ardi/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara () menetapkan ETN sebagai tersangka baru dalam perkara tindak pidana pekerjaan konstruksi penataan kawasan dan Tele, Senin (2/2/2026).

Kepala seksi penerangan hukum (Kasipenkum) Kejati Sumut, Rizaldi mengatakan, tersangka yang baru ditetapkan itu berstatus sebagai General Manager atau Kepala Wilayah wilayah IV Medan periode 1 Agustus 2017 hingga 31 Desember 2023.

"Penetapan tersangka ini setelah tim penyidik memperoleh minimal dua alat bukti terkait dalam perkara Pekerjaan Konstruksi Penataan Kawasan Waterfront City Pengaruran dan Kawasan Tele Kawasan Strategis Pariwisata Nasional () TA. 2022 yang cukup," katanya, di Kejati Sumut, Senin (2/2/2026).

Ia menjelaskan, perbuatan dan peran tersangka ETN diduga tidak melakukan tugas pengawasan terhadap pelaksaan pekerjaan sesuai dengan ketentuan kontrak kerja, sehingga perbuatan tersangka menyebabkan kerugian negara hingga Rp13 Miliar.

Dari uraian perbuatannya, tim penyidik menjerat tersangka dengan dugaan melanggar pasal Pasal 2 ayat (1) Subsidair Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana .

Pelanggaran pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 itu sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 603, 604 Jo Pasal 20 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab UU Hukum Pidana.

"Setelah ditetapkan sebagai tersangka, kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan serta untuk alasan subjektif penyidik, terhadap tersangka dilakukan penahanan," ujarnya.

Penahanan itu dilakukan berdasarkan surat perintah penahanan yang ditandatangani oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Nomor PRINT-03/L.2/Fd.2/1/2026 tanggal 02 Februari 2026 dengan perintah melakukan penahanan untuk 20 hari pertama di Rutan kelas IA Tanjung Gusta Medan.

Rizaldi menambahkan, tim penyidik hingga saat ini masih melakukan pendalaman. Dia menambahkan, tidak menutup kemungkinan jika adanya keterlibatan orang atau pihak lain baik perorangan maupun koorporasi.

Dalam kasus Pengerjaan KSPN Danau Toba yang bersumber dari anggaran tahun 2022 ini, Kejati Sumut telah memeriksa sebanyak 30 orang.

"Kurang lebih sudah ada 30 orang yang kita periksa. Untuk keterlibatan kepala daerah belum ada, tapi kita masih lakukan pendalaman. Terkait lahan juga tidak ada masalah," ucapnya.

Sebelumnya, tim penyidik sudah menetapkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yaitu ESK sebagai tersangka. Ia terbukti tidak menjalankan tugas dan fungsinya dalam mengendalikan serta mengontrol kegiatan proyek sebagaimana diatur dalam kontrak kerja.

(Cw2/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru