Nusantaraterkini.co, SAMOSIR - Tim Asesor UNESCO tepat hari ini, telah ke Samosir dengan meninjau Geosite dan mengunjungi SMK N 1 Tuk-tuk untuk melihat aspek geologi, keanekaragaman hayati, budaya, serta partisipasi anak-anak muda dalam mengenal dan menjaga Geopark.
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan Geopark tetap memenuhi standar internasional dan berkontribusi pada pelestarian warisan alam serta pengembangan berkelanjutan.
Baca Juga: Tim Asesor UNESCO Meninjau Geosite Geopark Kaldera Toba Huta Siallagan Samosir
Penilaian mencakup pengelolaan geologi, keanekaragaman hayati, budaya, dan partisipasi masyarakat baik orang tua maupun anak-anak muda sebagai generasi penerus untuk menjaga keberlanjutan Geopark.
Asesor juga akan memberikan rekomendasi untuk perbaikan dan peningkatan pengelolaan Geopark.
Kunjungan ini merupakan hari kedua dalam rangkaian revalidasi status UNESCO Global Geopark (UGG) Kaldera Toba.
Assesor UNESCO, yakni Prof. Jose Brilha (Portugal), dan Dr. Jeon Yongmun (Korea Selatan) mengunjungi sejumlah Geosite di Kabupaten Samosir.
Kunjungan ini didampingi oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara, Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BP TCUGGp), SAB, Asisten, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir dan sejumlah OPD terkait.
Kunjungan pertama yakni ke Huta Siallagan, lalu menuju tempat kedua, menuju SMK Negeri 1 Simanindo, Kelurahan Tuk-tuk Siadong, Kabupaten Samosir (23/7/2025).
Kunjungan dilakukan untuk melihat sejauh mana upaya dalam meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya warisan geologi dan lingkungan sekitar, serta untuk mendorong partisipasi aktif dalam pelestarian geopark.
Siswa-siwa menyambut Asesor dengan tarian Tor-tor batak yang khas, tidak hanya itu para murid juga menampilkan sejumlah alunan musik khas batak yang langsung di peragakan oleh murid-murid.
Tak hanya itu, siswa-siswa juga menampilkan sebuah cerita seorang perempuan batak yang sedang sedih dengan alunan tarian, lalu pertunjukan tarian Sipitu Cawan yang menampilkan tarian memperagakan cawan(makuk putih) dilanjutkan penampilan Tari tujuh etnis Sumut dan penampilan seni lainya yang membuat Asesor takjub.
Setelah pertunjukan, Asesor juga di sajikan kuliner khas batak seperti minuman alami seperiti anggir dipadukan dengan sere serta tumbuhan laninya. kuliner juga disajikan seperti lapet, gadong, pisang, naniura, ikan mas.
Siswa juga memperagakan, menjelaskan tentang Geopark Kaldera Toba dan sejumlah geosite di Samosir.
Selama kunjungan di SMK N 1 Simanindo, Asesor mengamati dan terlihat takjub akan budaya, tarian dan sajian kuliner dari siswa. Kunjungan ditutup dengan sejumlah pertanyaan baik dari siswa maupun Asesor kepada siswa.
Prof. Jose Brilha dalam kesempatan ini berpesan kepada siswa/i SMK Negeri 1 Simanindo agar terus mempelajari tentang geopark.
"Kalian tinggal di kawasan yang spesial, daerah kombinasi antara warisan budaya dan warisan geologi. Maka penting untuk mempelajari, memahami dan melindungi warisan ini kedepan", kata Prof Brilha.
Hal yang sama disampaikan oleh assesor Dr. Jeon Yongmun.
Baca Juga: Jelang Revalidasi Geopark Toba di Samosir, Turis Asing Padati Geosite Hutan Siallagan
" Untuk membuat kawasan geopark ini lebih baik maka penting untuk memahami apa yang ada di sekeliling kalian. Ini adalah tempat yang spesial," katanya.
Di Samosir terdapat lima Geosite Yakni: Geosite Tele- Efrata-Sihotang, Geosite Pusuk Buhit, Geosite Huta Tinggi Sidihoni, Geosite Simanindo- Batu hoda, dan Geosite Ambarita-Tuktuk-Tomok yang kaya dengan warisan geologi dan budaya dan merupakan titik awal pertumbuhan pariwisata dan menjadi kawasan akomodasi perhotelan.
(Jas/Nusantaraterkini.co)
