nusantaraterkini.co, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution minta menjaga Toba Caldera Geopark karena sudah kembali mendapatkan green card (kartu hijau) dari keanggotaan UNESCO.
Pasalnya, UNESCO sempat memberikan kartu kuning kepada Toba Caldera Geopark pada September 2023 karena pengelolaan dan fasilitas belum memenuhi standar Internasional. Namun pada hasil sidang UNESCO Global Geopark yang digelar di Chili pada 6 September 2025, UNESCO mencabut status kartu kuning untuk Kaldera Toba menjadi meraih kartu hijau.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan, ini adalah perjuangannya selama dua tahun terakhir untuk mendapatkan kembali kartu hijau, karena menurutnya tidak mudah mendapatkan kartu hijau ini dan harus melalui proses yang panjang.
Baca Juga : Gubernur Sumsel Belum Beri Izin Permohonan Diskresi Angkutan Batubara ke PLTU Bengkulu
“Dijaga sama-sama, ini perjuangan kita sama-sama,” katanya pada Selasa (16/9/2025).
Dia minta agar semua elemen menjaga secara bersama-sama agar tidak kembali lagi seperti sebelumnya yang dikenakan saksi.
“Pasti predikat ini capaian yang kita inginkan setelah kita dapatkan kita jaga sama-sama baik secara alamnya, kebudayaannya dan aktivitas di dalamnya,” tegasnya.
Baca Juga : Puluhan Sekolah Terdampak Banjir di Sumatera Utara, Pemerintah Pastikan Semester Genap Tetap Dimulai
Sebelumnya, Toba Caldera Geopark menerima kembali status green card (kartu hijau) dalam posisi keanggotaannya di jaringan UNESCO Global Geopark (UGGp).
Penilaian itu disampaikan dalam Sidang Komite Eksekutif ke-11 Konferensi Global Geopark Network yang diikuti langsung oleh General Manager Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark, Azizul Kholis, di Kutralkura, wilayah La Araucania, Chile.
Dalam sidang yang merupakan perhelatan terbesar jaringan Geopark sedunia ini, Indonesia berhasil mempertahankan 3 UGGp-nya sekaligus, yaitu Toba Caldera, Ciletuh- Palabuhan Ratu dan Rinjani. Keputusan tersebut dibacakan oleh Setsuya Nakada yang ditunjuk sebagai pimpinan sidang.
Baca Juga : Suara Hati Penerima Manfaat Program MBG 3B di Sumut: Kami Merasa Tidak Sendiri Lagi Merawat Anak
Sidang Global Geopark Network dan Konferensi Internasional GGN berlangsung selama 5-12 September 2025 di Kutralküra, salah satu UGGp di Chile. Cuaca setempat kira-kira 15 derajat Celsius saat ini, dimana ratusan delegasi resmi dari berbagai negara berkumpul.
General Manager BP Toba Caldera UNESCO Global Geopark, Azizul Kholis, mengucapkan syukur dan terimakasih atas pencapaian ini.
Dari kutralkura ia menyatakan bahwa green card merupakan buah kerja keras dari banyak pihak, stakeholders, dan terutama otoritas yang terlibat langsung seperti Gubernur Sumut, Disbudparekraf Sumut, Bappedalitbang Sumut, Pemerintah Pusat, 7 kabupaten se-kawasan Kaldera Toba, dan para tokoh masyarakat yang sangat mendukung.
Baca Juga : Perkuat Konektivitas Sumatera, Gubernur Bobby Nasution Resmikan Rute Udara Pinangsori–Pekanbaru
"Kami berharap, capaian ini dapat menjadi batu loncatan atau momentum untuk melakukan kolaborasi pengelolaan Kaldera Toba ke arah yang lebih baik lagi, dan bisa lebih nyata memberikan manfaat bagi masyarakat lokal," tutur Azizul, Minggu (7/9/2025).
Pada kesempatan itu, Azizul juga menyempatkan diri menyampaikan plakat kenang-kenangan dan ungkapan terimakasih dari Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, kepada pengurus GGN, yang diterima langsung oleh Zouros Nikolaos, President of The Executive Board of The Global Geoparks Network.
Green Card adalah penilaian tertinggi dalam keanggotaan GGN, dan dengan demikian Toba Caldera Geopark berhak menyandang status UGGp hingga masa empat tahun ke depan. Kartu ini juga menjadi indikator standar pengelolaan yang terpenuhi sesuai protokol UGGp. Setiap anggota UGGp akan di-revalidasi setiap empat tahun untuk mengevaluasi pengelolaannya.
Baca Juga : Lantik Empat Pejabat Eselon II, Gubernur Sumut Bobby Nasution Minta Kerja Cepat dan Tepat
(Cw3/nusantaraterkini.co)
