Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Dipengaruhi oleh Hasil Data Inflasi AS
nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (12/8/2025) seiring penguatan dolar AS.
Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Rabu, (13/8/2025) nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (12/8/2025) seiring penguatan dolar AS.
Pasar kini menanti rilis data inflasi AS yang diperkirakan menjadi penentu nilai tukar rupiah.
Baca Juga : Analisis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Tertekan di Rentang Rp 16.350 - Rp 16.500
Melansir dari Bloomberg pada Selasa, (12/8/2025), nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,06% ke level Rp 16.290 per dolar AS. Sedangkan rupiah di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) juga tercatat melemah 0,28% ke posisi Rp 16.298 per dolar AS.
Baca Juga : Nilai Tukar Rupiah Telah Menguat Sebesar 1,35% Selama Sepekan
Pengamat Mata Uang & Komoditas PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan penguatan dolar AS terjadi setelah AS dan China memperpanjang gencatan senjata tarif selama 90 hari.
“Kesepakatan ini mempertahankan tarif yang berlaku dan memberi waktu negosiasi lebih lanjut, sehingga mempengaruhi sentimen investor di kawasan,” ungkap Ibrahim.
Baca Juga : Nilai Tukar Rupiah Telah Menguat Sebesar 1,35% Selama Sepekan
Selain itu, Ibrahim juga menambahkan, pasar juga mencermati rencana pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska pada Jumat mendatang.
"Potensi deeskalasi konflik Ukraina bisa membebaskan pengiriman minyak Rusia dan menambah pasokan global," jelasnya.
Baca Juga : Nilai Tukar Rupiah Tampil Perkasa Ditutup di Level Rp16.293 Per Dolar AS
Selain faktor geopolitik, perhatian pasar tertuju pada rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) AS malam ini. IHK umum bulan Juli diperkirakan naik menjadi 2,8% secara tahunan, sementara IHK inti diperkirakan menembus di atas 3% untuk pertama kali sejak Februari 2025.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai pelemahan rupiah juga dipicu oleh data domestik yang kurang memuaskan.
Baca Juga : Nilai Tukar Rupiah Tampil Perkasa Ditutup di Level Rp16.293 Per Dolar AS
"Data penjualan ritel Indonesia yang lebih rendah dari perkiraan ikut menahan rupiah," katanya.
Lukman menambahkan, arah rupiah pada perdagangan Rabu (13/8/2025) akan sangat dipengaruhi oleh hasil data inflasi AS.
Baca Juga : Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,21% Bertengger di Level Rp16.321 Per Dolar AS Pagi Ini
"Kalau data ternyata lebih rendah dari perkiraan karena faktor perubahan biro statistik di bawah kepemimpinan baru pilihan Trump, rupiah bisa berbalik menguat, meski terbatas," tuturnya.
Untuk perdagangan Rabu (13/8/2025), Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif di kisaran Rp 16.200 – Rp 16.350 per dolar AS.
Senada, Ibrahim juga memproyeksikan rupiah akan ditutup melemah terbatas pada kisaran Rp 16.200 – Rp 16.350 per dolar AS.
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
NEWSVideo WBP Diduga Pesta Sabu Viral, Lapas Tebingtinggi Dirazia: Tim Gabungan Temukan Sajam Hingga Handphone
hendra·6 jam yang lalu -
SUMSELMenko Pangan Tinjau Pembakaran Perdana PSEL Palembang, Sampah Keramasan Mulai Diolah Jadi Listrik
hendra·6 jam yang lalu -
-
NASIONALTrump dan Xi Redakan Ketegangan, Dunia Menatap Babak Baru Hubungan AS-Tiongkok
hendra·7 jam yang lalu -
NEWSSurat Advokat Jadi Objek Perkara Pidana, Hasrul Benny: Ini Kriminalisasi Produk Advokat
hendra·7 jam yang lalu -
KRIMINALPolisi Gagalkan Pengiriman 296 Cartridge Etomidate dari Malaysia ke Medan, Nilainya Rp888 Juta
hendra·8 jam yang lalu -
INTERNASIONALKlaster Mewah Lapas Cibinong Diusut, Menteri Imipas Siapkan Sanksi hingga Pencopotan
hendra·8 jam yang lalu -
KRIMINALBea Cukai Gagalkan Peredaran 2,3 Juta Batang Rokok Ilegal di Kutai Kartanegara
hendra·9 jam yang lalu -
NEWS287,2 Ton Jagung Berhasil Dikirim Polres Binjai ke Bulog Medan Sejak Program Ketahanan Pangan Polri Diluncurkan
hendra·9 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan