Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Analisis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Tertekan di Rentang Rp 16.350 - Rp 16.500

Editor:  Team
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Nilai tukar rupiah tertekan seiring hasil kesepakatan dagang Amerika Serikat (AS) dengan Uni Eropa. Koreksi ini diperkirakan akan berlanjut di pasar spot.

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan, Rabu (30/7/2025) Nilai tukar rupiah tertekan seiring hasil kesepakatan dagang Amerika Serikat (AS) dengan Uni Eropa. Koreksi ini diperkirakan akan berlanjut di pasar spot.

Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,28% ke level 16.409 per dolar AS pada akhir perdagangan Selasa (29/7/2025).

Sedangkan berdasarkan Jisdor BI, rupiah pada perdagangan Selasa (29/7) ditutup di posisi 16.399, melemah 0,36% terhadap dolar AS dari level sebelumnya di Rp 16.341.

Baca Juga : Rupiah Menguat Tipis di Awal Februari, Bayang-bayang Dolar Masih Membatasi

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mencermati, rupiah dan mata uang regional maupun utama dunia pada umumnya tengah melemah terhadap dolar AS.

Ini merespons kesepakatan antara Uni Eropa dan AS yang lebih menguntungkan AS, sehingga investor khawatir kesepakatan yang sama terjadi pada China-AS.

"Hal tersebut bisa sangat memperumit perdagangan dan prospek ekonomi global," ujar Lukman.

Baca Juga : Rupiah Melemah ke Rp16.803, Dolar AS Menguat di Tengah Sentimen Global dan Isu MSCI

Untuk hari ini Rabu (30/7), ia mencermati, investor juga mengantisipasi serangkaian data ekonomi penting AS. Seperti PDB AS yang diperkirakan akan tumbuh kuat 2,4% secara tahunan di kuartal II-2025.

Selain itu, rapat Federal Open Market Committee (FOMC) juga diperkirakan akan mempertahankan suku bunga.

"Juga akan bernada hawkish (lebih ketat) apabila Powell mengulangi sikapnya," lanjut Lukman.

Dus, ia menaksir rupiah hari ini Rabu (30/7) masih akan tertekan di rentang Rp 16.350 - Rp 16.500.