Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.697, Pasar Pantau Dolar AS
Rupiah menguat 66 poin ke Rp17.697 per dolar AS pada perdagangan Kamis pagi. Pasar mencermati pergerakan dolar AS dan sentimen global.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Nilai tukar rupiah menunjukkan penguatan pada perdagangan Kamis (3/9/2026) pagi. Mata uang Garuda menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah sehari sebelumnya ditutup melemah.
Mengacu pada data Bloomberg, rupiah pada pukul 09.27 WIB berada di level Rp17.697 per dolar AS. Posisi tersebut menguat 66 poin atau sekitar 0,37 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Penguatan rupiah sebenarnya sudah terlihat sejak awal perdagangan. Pada pukul 09.05 WIB, rupiah tercatat berada di level Rp17.745 per dolar AS atau menguat 18 poin, setara 0,10 persen.
Sehari sebelumnya, Rabu (2/9/2026), rupiah ditutup di level Rp17.763 per dolar AS. Posisi tersebut mencerminkan pelemahan 19 poin atau 0,11 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah pada Kamis pagi berlangsung di tengah dinamika pasar mata uang global. Salah satu perhatian pelaku pasar adalah pergerakan yen Jepang terhadap dolar AS yang mengalami penguatan cukup signifikan.
Yen tercatat menguat 0,79 persen ke posisi 158,92 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS berada di level 99,59 atau melemah 0,09 persen.
Sementara itu, euro melemah 0,06 persen ke posisi US$1,1585 per dolar AS. Pound sterling juga terkoreksi 0,23 persen menjadi US$1,3484 per dolar AS.
Penguatan yen turut menjadi perhatian pasar setelah mata uang Jepang bergerak signifikan menyusul langkah yang disebut berkaitan dengan intervensi AS dan Jepang pada akhir Juli 2026.
Kepala Riset Ekonomi Daiwa Capital Markets Europe, Chris Scicluna, menilai arah pergerakan pasangan dolar AS dan yen masih sulit dipastikan.
Menurutnya, pergerakan tersebut kemungkinan lebih berkaitan dengan pemeriksaan nilai tukar atau rate check, bukan intervensi yang secara khusus ditujukan untuk mengubah tren pasar.
"Sulit untuk memastikan apa yang mendasari pergerakan pasangan dolar/yen ini, tetapi saya menduga ini lebih mungkin merupakan pemeriksaan kurs 'rate check' daripada intervensi bertujuan mengubah tren," ujar Chris Scicluna.
Ke depan, pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi sentimen pasar global, terutama arah dolar AS. Investor juga akan mencermati perkembangan ekonomi Amerika Serikat serta kebijakan moneter yang berpotensi memengaruhi pasar valuta asing.
Dengan demikian, penguatan rupiah pada perdagangan Kamis pagi menjadi perhatian pelaku pasar setelah mata uang Garuda sebelumnya kembali berada di bawah tekanan.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWS25,16 Juta Warga Bakal Dapat Rekening Gratis Saldo Rp50 Ribu, Ini Syarat dan Jadwalnya
hendra·2 jam yang lalu -
-
-
HUKUM DAN KRIMINALKencan Pertama Berujung Apes, Mahasiswa di Tangerang Kehilangan Motor Usai Kenalan Wanita di Instagram
hendra·3 jam yang lalu -
NEWSPPMSU Siapkan Aksi ke Kafe Satuan.co Binjai, Oza Hasibuan Sebut Acara Halloween Tak Miliki Izin
hendra·4 jam yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALKejagung Geledah 6 Lokasi Kasus Korupsi Tambang Nikel Sultra, Sita Uang Rp11,8 Miliar
hendra·5 jam yang lalu -
NEWS VIDEOKetua DPD Terima Delegasi Tatarstan, Jajaki Peluang Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Rusia
Fadli Tara·5 jam yang lalu -
SUMSELDPR RI Soroti Rendahnya Penyerapan KUR di Sumsel dan Dorong Percepatan Kawasan Industri
hendra·6 jam yang lalu -
NEWSBobby Nasution Diminta Hentikan Sementara Proyek Turap Sungai di Tapteng, Besi Berkarat Jadi Sorotan
hendra·6 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan