Ichsanuddin Noorsy: Reformasi Sistem Kunci Perbaikan Ekonomi Nasional
Ekonom Ichsanuddin Noorsy menilai reformasi sistem dan regulasi menjadi kunci memperbaiki ekonomi nasional serta meningkatkan daya saing Indonesia.
Nusantaraterkini.co,JAKARTA – Ekonom senior Ichsanuddin Noorsy menegaskan bahwa perbaikan ekonomi Indonesia tidak bisa sekadar mengandalkan kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani melakukan reformasi total terhadap sistem dan regulasi yang menjadi akar stagnasi ekonomi nasional.
"Ada sekitar 115 undang-undang yang harus diubah karena sangat berpihak terhadap ekonomi neoliberalisme. Jika ingin ekonomi maju, maka sistemnya yang harus direstrukturisasi," ujar Ichsanuddin, Selasa (21/7/2026).
Ia menilai sistem yang ada saat ini membuat Indonesia tidak konsisten dalam menjalankan kebijakan ekonomi. Kondisi tersebut, menurutnya, berdampak pada menurunnya kepercayaan investor serta melemahkan daya saing nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Ichsanuddin juga menyoroti sejumlah penilaian dari pihak internasional terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Menurutnya, terdapat perusahaan asal China yang memberikan sinyal adanya risiko krisis ekonomi di Indonesia, sementara sejumlah media internasional mulai mempertanyakan arah pengelolaan ekonomi nasional.
Selain itu, ia mengkritisi implementasi program hilirisasi yang dinilai belum memberikan nilai tambah optimal bagi Indonesia. Berdasarkan hasil kajiannya, manfaat ekonomi terbesar justru dinikmati negara lain.
"Ketika hilirisasi dilakukan di China, mereka mampu menghasilkan nilai tambah sekitar 70 hingga 75 persen. Sementara Indonesia hanya memperoleh sekitar 25 persen. Artinya, manfaat terbesar justru mengalir ke luar negeri," ujarnya.
Menurut Ichsanuddin, kondisi tersebut turut berdampak pada penerimaan negara. Ia menilai praktik penghindaran pajak melalui berbagai skema, termasuk tax haven, berpotensi mengurangi penerimaan negara dari PPN, PPh, dan jenis pajak lainnya dalam beberapa tahun mendatang.
Berdasarkan kajian yang dilakukannya, Ichsanuddin memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan sulit menembus angka 5,1 persen. Ia juga menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah yang disebut rata-rata mencapai sekitar 9,38 persen per tahun hingga akhir 2025 dan sekitar 10,2 persen pada 2026, yang dinilai semakin membebani dunia usaha.
Di sektor energi, Ichsanuddin mengkritik wacana kedaulatan energi yang digaungkan pemerintah. Menurutnya, Indonesia masih memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap impor energi, khususnya minyak olahan.
Ia mencatat nilai impor energi Indonesia mencapai sekitar 40,183 miliar dolar AS, dengan impor minyak olahan sebesar 17,183 miliar dolar AS. Berdasarkan perhitungannya, tingkat ketergantungan energi Indonesia terhadap impor masih berada pada kisaran 63–66 persen.
"Dengan kondisi seperti ini, jangan terlalu cepat berbicara mengenai swasembada energi apabila persoalan mendasarnya belum diselesaikan," tegasnya.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
EKONOMIHarga Emas Antam Turun Rp20 Ribu ke Rp2.545.000 Per Gram Jelang Akhir Pekan
Rozie Winata·9 menit yang lalu -
PERISTIWAKebakaran Hanguskan 9 Rumah di Komplek Griya Pesona Minimalis Medan Marelan
Rozie Winata·37 menit yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALSolidaritas Ojol Desak Kapolri Usut Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWSHensa Duga Jokowi Pamer Ijazah untuk Alihkan Isu Penyadapan Prabowo
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
POLITIKBantah Isu Munaslub Golkar, Ahmad Doli Tegaskan Hubungan Baik dengan Bahlil
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
EKONOMIChusnunia Chalim Dorong Penguatan Industri Bahan Baku Pakan Ternak Lokal
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Pangan Melonjak, Imas Aan Desak Kemendag Segera Lakukan Pengendalian
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
TRAVELPemprov Sumut Ajukan Megalitik Nias Selatan Jadi Warisan Dunia
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NEWSAnggota DPR Siap Fasilitasi Hak Pekerja Korban Kecelakaan Kerja PT Daehyun
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan