Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Analis Pasar: IHSG akan Berlanjut Menguat dengan Support 7.731 dan Resistance di 7.830 Hari Ini

Editor:  Team
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
IHSG akan berlanjut menguat dengan support 7.731 dan resistance di 7.830 pada Rabu (13/8/2025).

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada akhir perdagangan Selasa (12/8/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 2,44% ke level 7.791,70 di pasar spot.

Baca Juga : IHSG Dibuka Positif Naik 57,666 Poin Berada di Level 7.663,591 di Awal Perdagangan Selasa (12/8/2025)

Menanggapi hal tersebut, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat, penguatan IHSG didorong seluruh sektor saham, khususnya teknologi dan perbankan yang masing-masing menguat 5,52% dan 2,91%.

Selain itu, kembalinya dana asing juga turut mempengaruhi penguatan IHSG. Tercatat, net buy asing di perdagangan Selasa (12/8/2025) sebesar Rp 849,85 miliar di seluruh pasar, dan mencapai Rp 1,99 triliun dalam sepekan terakhir.

Baca Juga : Analis Pasar: IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan Menguji Level 7.680 di Perdagangan Selasa (12/8/2025)

“Di sisi lain, pergerakan mayoritas bursa regional Asia yang menguat akibat adanya gencatan senjata perang dagang AS-China juga turut andil dalam penguatan IHSG,” urai Herditya.

Asal tahu saja, Amerika Serikat (AS) menunda kesepakatan tarif dagang dengan China terhitung sejak Senin (11/8/2025) hingga 90 hari ke depan.

Baca Juga : IHSG Ditutup Menguat 72,54 Poin Bersandar di Level 7.605,92 Sore Ini 

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menambahkan, IHSG juga menguat seiring dengan ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga bank sentral AS, The Fed.

Alrich juga menangkap optimisme pasar akan perbaikan ekonomi domestik dan maraknya aksi merger dan akuisisi perusahaan yang membuat IHSG melesat.

Baca Juga : Analis Pasar: IHSG akan Bergerak Mixed Cenderung Melemah Hari Ini

Tak lupa, pasar juga masih terpengaruh euforia terhadap masuknya sejumlah emiten Tanah Air ke Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Secara teknikal, kata Alrich, indikator MACD membentuk golden cross dan indikator stochastic RSI mengindikasikan bullish reversal. IHSG juga berhasil keluar dari area konsolidasi sehingga ditaksir berpeluang menguji level tertinggi di 7.910 di perdagangan Rabu (13/8). 

Senada, Herditya juga melihat IHSG akan berlanjut menguat dengan support 7.731 dan resistance di 7.830 pada Rabu (13/8/2025).

Sentimennya, investor diperkirakan akan menanti data inflasi AS. Selain itu, pasar juga tengah berspekulasi akan mulai berbaliknya arus dana asing ke pasar saham Tanah Air.

Alrich juga sepakat, IHSG akan bergerak seturut penantian pasar terhadap rilis data inflasi AS yang membuka kejelasan arah kebijakan moneter bank sentral AS, The Fed.

"Jika data inflasi lebih tinggi dari estimasi, diperkirakan akan menjadi katalis negatif karena berpotensi menurunkan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed pada September mendatang," jelas Alrich.

Rekomendasi Saham

Atas berbagai sentimen itu, Alrich menyarankan investor untuk mengincar saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS).

Dia juga menyebut saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) layak dicermati.

Sementara rekomendasi Herditya jatuh kepada saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dengan support Rp 1.905 dan resistance Rp 1.985. Lalu, saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) di level support Rp 1.710 dan resistance Rp 1.755.

Serta, saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dengan area support Rp 2.790 dan resistance Rp 2.890 per saham.