Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

IHSG Dibuka Positif Naik 57,666 Poin Berada di Level 7.663,591 di Awal Perdagangan Selasa (12/8/2025)

IHSG naik 0,76% atau 57,666 poin ke level 7.663,591. Sebanyak 284 saham menguat, 176 saham melemah, dan 193 saham stagnan.

Bagikan:
IHSG naik 0,76% atau 57,666 poin ke level 7.663,591. Sebanyak 284 saham menguat, 176 saham melemah, dan 193 saham stagnan.
IHSG naik 0,76% atau 57,666 poin ke level 7.663,591. Sebanyak 284 saham menguat, 176 saham melemah, dan 193 saham stagnan.
A A

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Selasa (12/8/2025) Indeks Harga Saham Gabungan () dibuka positif mengikuti tren penguatan bursa regional.

Mengutip data RTI pukul 09.12 WIB, naik 0,76% atau 57,666 poin ke level 7.663,591. Sebanyak 284 saham menguat, 176 saham melemah, dan 193 saham stagnan.

Baca Juga : IHSG Naik 54,25 Poin Berada di Level 7.544,44 di Awal Perdagangan Jumat (8/8/2025) Pagi Ini

Total volume perdagangan tercatat 2,9 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,8 triliun.

Kinerja sektoral: IDX-Industry: +3,59%, IDX-Infra: +1,06%, dan IDX-Finance: +0,79%.

Baca Juga : IHSG Ditutup Melemah 13,56 Poin ke Level 7.490,18 di Akhir Perdagangan Kamis (7/8/2025)

Saham top gainers LQ45

- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) naik 2,68% ke Rp 3.070

- PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) naik 2,42% ke Rp 254

- PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) naik 1,60% ke Rp1.590

Saham top losers LQ45:

- PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun 4,64% ke Rp 22.600

- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 3,92% ke Rp 7.975

PT Adaro Adalan Indonesia Tbk (AADI) turun 2,08% ke Rp 7.050

Baca Juga : IHSG Melaju di Zona Naik 37,02 Poin ke Level 7.540,77 di Perdagangan Kamis (7/8/2025) Siang Ini

Analis Pasar: IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan Menguji Level 7.680 di Perdagangan Selasa (12/8/2025)

Pada akhir perdagangan, Senin (11/8/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 72,54 poin atau 0,96% ke Level 7.605,92 di pasar spot.

Saham sektor perbankan dan properti menopang pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Senin (11/8/2025). IHSG pun mendaki 0,96% ke level 7.605,92.

Baca Juga : IHSG Melaju di Zona Naik 37,02 Poin ke Level 7.540,77 di Perdagangan Kamis (7/8/2025) Siang Ini

Menanggapi hal tersebut Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, penguatan IHSG disetir saham sektor properti dan perbankan. Kedua indeks saham tersebut masing-masing menguat 2,58% dan 1,57%.

“Dapat kita cermati pergerakan big banks mendominasi penguatan IHSG dan juga adanya inflow asing pada sepekan kemarin,” ucap Herditya.

Baca Juga : IHSG Tergelincir 0,01% ke Level 7.514,660 di Perdagangan Rabu (6/8/2025) Sesi I Siang Ini

Selain itu, penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga menopang IHSG

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menambahkan, faktor pendorong IHSG ini ialah penguatan indeks bursa global di tengah ekspektasi penurunan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Fed pada September mendatang.

"Meski demikian pasar masih menantikan pengumuman resmi apakah penundaan tarif AS-Tiongkok akan diperpanjang dari batas waktu 12 Agustus 2025," jelas Alrich.

Selain itu, pasar juga masih berada dalam euforia dimasukkannya beberapa saham domestik ke dalam Morgan Stanley Capital Index (MSCI) kategori Global Standard dan Small Cap.

Info saja, pada Kamis (7/8), MSCI resmi mengumumkan hasil tinjauan berkala (index review) untuk periode Agustus 2025 dan memasukkan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) ke dalam Global Standard Index.

Tak cuma itu, kata Alrich, penguatan IHSG juga dipengaruhi data retail sales domestik bulan Juni 2025 yang tercatat tumbuh 1,3% secara tahunan (YoY), melambat dari 1,9% YoY di Mei 2025. 

Analisis Teknikal

Secara teknikal, Alrich bilang, indikator Stochastic RSI membentuk golden cross di area oversold. Selain itu, terjadi penyempitan jarak antara garis MACD dan garis sinyal. Dus, ia memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menguji level 7.680 di perdagangan Selasa (12/8/2025).

Baca Juga: Indeks Sektor Energi Melesat, Ini Sentimen Pendorongnya

Dari eksternal, pergerakan IHSG akan diwarnai penantian investor terhadap data tingkat pengangguran di Inggris pada bulan Juni 2025 yang diperkirakan stabil di kisaran 4,7%.

Investor juga menantikan data inflasi CPI dari AS bulan Juli yang diperkirakan naik menjadi 2,8% YoY dari 2,7% di bulan Juni 2025. 

"Untuk inflasi inti diperkirakan naik menjadi 3% dari 2,9% di Juni 2025. Tren inflasi AS yang cenderung meningkat sejak Juni 2025 ini dan menjauhi level target The Fed 2% dan diperkirakan berpotensi menjadi faktor negatif di tengah penantian pasar akan penurunan suku bunga The Fed," jelas Alrich

Herditya menebak, IHSG berpeluang kembali menguat di perdagangan Selasa (12/8/2025), dengan support 7.559 dan resistance 7.639.

Herditya merekomendasikan saham PT Paramita Arthama Tbk (DOOH) pada rentang support Rp 167 dan resistance Rp 171, saham PT Elnusa Tbk (ELSA) dengan support Rp 492 dan resistance Rp 500, dan saham PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) dengan support Rp 352 dan resistance Rp 382.

Sementara itu, Alrich menyarankan investor menimbang saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Selain itu, juga saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP).

Tags: #IHSG
Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru