Analis Pasar: IHSG akan Bergerak Mixed Cenderung Melemah Hari Ini
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup dengan kenaikan 43,20 poin atau 0,58% ke level 7.533. Namun, secara mingguan IHSG masih melemah tipis 0,06%
Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Jumat (8/8/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup dengan kenaikan 43,20 poin atau 0,58% ke level 7.533. Namun, secara mingguan IHSG masih melemah tipis 0,06%.
Baca Juga : IHSG Tergelincir 0,01% ke Level 7.514,660 di Perdagangan Rabu (6/8/2025) Sesi I Siang Ini
Menanggapi hal tersebut, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan posisi IHSG rawan terkoreksi dengan support 7.490 dan resistance 7.579 pada perdagangan Senin (11/8/2025).
Adapun sentimen yang akan mempengaruhi IHSG antara lain rilis inflasi China, pergerakan nilai tukar rupiah dan juga emas.
Baca Juga : IHSG Bergerak Fluktuatif Naik 18,584 Poin ke Level 7.533,769 di Awal Perdagangan Rabu (6/8/2025)
"Serta aliran dana asing setelah adanya pengumuman rebalancing Morgan Stanley Capital International (MSCI)," kata Herditya.
Sementara, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memproyeksikan IHSG pada Senin (11/8/2025), akan bergerak mixed cenderung melemah dalam rentang level support 7.470 dan resistance 7.660 dengan indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) menunjukkan pelemahan tren yang masih berlanjut.
Baca Juga : IHSG Ditutup Menguat 50,54 Poin ke Level 7.515,18
Audi memandang, pekan depan pasar akan menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) untuk Juli 2025 yang diperkirakan naik 3% yoy.
Data ini dinilai berpotensi membuat Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed), belum bersikap sepenuhnya dovish.
"Sehingga cenderung berdampak negatif untuk pasar saham," kata Audi.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta memproyeksikan level support IHSG pada Senin (11/8) berada di kisaran 7.428 dan 7.358, sedangkan level resistance berada di 7.585 dan 7.659.
Menurutnya, pergerakan IHSG pekan depan akan dipengaruhi oleh dinamika implementasi tarif resiprokal AS, serta perkembangan inflasi AS yang akan menjadi perhatian, khususnya data Indeks Harga Konsumen Amerika Serikat (Consumer Price Index/CPI).
"Meskipun diperkirakan masih terdapat tekanan inflasi, pelaku pasar tetap optimis bahwa The Fed berpeluang menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps paling cepat pada September," jelas Nafan.
Untuk sentimen domestik, pelaku pasar akan menanti data penjualan ritel Indonesia yang diproyeksikan masih mencatat pertumbuhan.
Rekomendasi Saham
Audi merekomendasikan sejumlah saham pilihan dengan teknikal analisis, antara lain:
1. PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL)
Rekomendasi: Trading buy
Support: Rp 2.540
Resistance: Rp 2.780
2. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)
Rekomendasi: Speculative buy
Support: Rp 2.890
Resistance: Rp 3.100
Sementara itu, Herditya menyarankan untuk mencermati sejumlah saham antara lain PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON) di target harga Rp 79-Rp 82 per saham, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) dengan target harga Rp 388-Rp 398 per saham dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) pada target harga Rp 7.475-Rp 7.700 per saham.
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
-
EKONOMITiga Perusahaan Otomotif Mengakui Dugaan Diskriminasi KPPU
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
KESEHATANKampanye Germas Ceria, Kahiyang Ajak Siswa Hidup Sehat
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
KRIMINALPolda Sumsel Tangkap Tersangka Pembobol Rumah Guru Agama
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
-
KOTA MEDANPemko Medan Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Sumatera
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
SUMUTPemprov Sumut Kebut Pembangunan Infrastruktur dan Realisasi APBD 2026
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
KESEHATANRico Waas Tegaskan Pembangunan Puskesmas Tuntungan Harus Rampung Tepat Waktu
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
KRIMINALKasus Penganiayaan Tokoh Pers di Sidimpuan: Polisi Reka 30 Adegan
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan