Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini masih dibayangi sentimen global, khususnya penyesuaian indeks MSCI serta penurunan rekomendasi sejumlah saham oleh lembaga investasi asing. Pada perdagangan Senin (2/2/2026), IHSG diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan koreksi terbatas.
Secara teknikal, IHSG berpotensi menguji area koreksi di rentang 7.945–8.189, meskipun peluang penguatan lanjutan tetap terbuka. Pada penutupan perdagangan Jumat (30/1/2026), IHSG tercatat menguat 1,18% ke level 8.329, ditopang dominasi volume beli sebagai respons rebound teknikal setelah dua hari sebelumnya melemah.
Proyeksi Pergerakan IHSG
Baca Juga : IHSG Masih Rentan Terkoreksi, Pergerakan Diprediksi Tertahan di Bawah 8.000
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai posisi IHSG saat ini berada di fase akhir wave (a) dari wave [x]. Kondisi tersebut membuat pasar perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek.
Namun demikian, Herditya menyebut IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan menuju area 8.527–8.612 jika mampu bertahan di atas level support terdekat.
“Support IHSG berada di 7.985 dan 7.762, sementara resistance terdekat di 8.341 dan 8.590,” jelas Herditya.
Baca Juga : IHSG Bergejolak, Strategi Time Trading Astronacci Jadi Penopang Trader di Tengah Crash
Dalam sepekan ke depan, sentimen penyesuaian MSCI serta downgrade saham oleh Goldman Sachs dan UBS masih menjadi faktor penekan. Meski begitu, peluang technical rebound tetap terbuka dengan proyeksi pergerakan di kisaran support 8.094 dan resistance 8.498.
Sementara itu, riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang bergerak menguat terbatas dengan rentang support 8.170 dan resistance 8.560 pada awal pekan ini.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Baca Juga : IHSG Masih Berisiko Koreksi, Ini Saham Rekomendasi Analis Hari Ini
Untuk strategi perdagangan, Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham-saham berkapitalisasi besar dan teknologi, yakni:
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
Baca Juga : IHSG Terus Mendekati 9.000, Investor Tetap Waspada di Tengah Gejolak Global
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)
Sementara MNC Sekuritas memilih saham berbasis siklikal dan komoditas dengan pendekatan teknikal:
PT Astra International Tbk (ASII)
PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ)
PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA)
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
Rekomendasi Teknikal MNC Sekuritas
1. PT Astra International Tbk (ASII) – Buy on Weakness
ASII terkoreksi 1,93% ke level 6.350, disertai tekanan jual. Secara teknikal, saham ini diperkirakan berada di awal wave B dari wave (4).
Buy on Weakness: 6.200–6.325
Target Price: 6.600 – 6.800
Stoploss: < 5.975
2. PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) – Buy on Weakness
DAAZ melesat 11,01% ke 3.730, didukung volume beli kuat dan pergerakan di atas MA20.
Buy on Weakness: 3.540–3.670
Target Price: 3.900 – 4.340
Stoploss: < 3.350
3. PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) – Buy on Weakness
ESSA turun 2,24% ke 655, dengan indikasi awal wave (a) dari wave [y].
Buy on Weakness: 610–645
Target Price: 710 – 750
Stoploss: < 585
4. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) – Speculative Buy
MBMA terkoreksi 2,78% ke 700, masih berada dalam tekanan jual.
Spec Buy: 665–700
Target Price: 755 – 780
Stoploss: < 645
Kilas Balik Perdagangan Jumat
Sebelumnya, IHSG melonjak di tengah penguatan mayoritas sektor, terutama transportasi yang naik 6,14% dan menjadi penopang utama indeks. Sektor keuangan juga menguat 3,05%, disusul teknologi 1,7% dan consumer nonsiklikal 1,97%.
Total transaksi harian mencapai Rp41,7 triliun dengan volume 57,8 miliar saham dan frekuensi 3,39 juta kali. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di kisaran Rp16.765.
(Dra/nusantaraterkini.co).
