Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

IHSG Ditutup Menguat 72,54 Poin Bersandar di Level 7.605,92 Sore Ini

Editor:  Team
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 72,54 poin atau 0,96% ke Level 7.605,92 di pasar spot.

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada akhir perdagangan hari ini, Senin (11/8/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 72,54 poin atau 0,96% ke Level 7.605,92 di pasar spot.

Baca Juga : IHSG Melaju di Zona Naik 37,02 Poin ke Level 7.540,77 di Perdagangan Kamis (7/8/2025) Siang Ini

Ada sebanyak 383 saham naik, 227 saham turun dan 190 saham stagnan.

Sembilan indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG. Sedangkan dua indeks sektoral lainnya masuk zona merah.

Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor transportasi yang naik 2,69%, sektor properti naik 2,58% dan sektor keuangan yang naik 1,57%.

Baca Juga : IHSG Tergelincir 0,01% ke Level 7.514,660 di Perdagangan Rabu (6/8/2025) Sesi I Siang Ini

Sedangkan indeks sektoral yang melemah adalah sektor barang baku yang turun 1,03% dan sektor teknologi yang turun 0,64%.

Total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 24,97 miliar saham dengan total nilai Rp 15,28 triliun.

Baca Juga : IHSG Bergerak Fluktuatif Naik 18,584 Poin ke Level 7.533,769 di Awal Perdagangan Rabu (6/8/2025)

Top gainers LQ45 hari ini adalah:

1. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) (8,07%)
2. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) (7,66%)
3. PT Bank Jago Tbk (ARTO) (7,53%)

Top losers LQ45 hari ini adalah:

1.PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) (-4,85%)
2. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) (-4,60%)
3. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) (-4,47%)

Baca Juga : IHSG Ditutup Melemah 73,12 Poin ke Level 7.464,64 di Akhir Perdagangan Senin (4/8/2025)

Analis Pasar: IHSG akan Bergerak Mixed Cenderung Melemah Hari Ini

Pada perdagangan Jumat (8/8/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup dengan kenaikan 43,20 poin atau 0,58% ke level 7.533. Namun, secara mingguan IHSG masih melemah tipis 0,06%.

Menanggapi hal tersebut, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan posisi IHSG rawan terkoreksi dengan support 7.490 dan resistance 7.579 pada perdagangan Senin (11/8/2025).

Baca Juga : IHSG Terkoreksi 33,055 Poin ke Level 7.504,713 di Awal Perdagangan Agustus, Senin (4/8/2025)

Adapun sentimen yang akan mempengaruhi IHSG antara lain rilis inflasi China, pergerakan nilai tukar rupiah dan juga emas.

"Serta aliran dana asing setelah adanya pengumuman rebalancing Morgan Stanley Capital International (MSCI)," kata Herditya.

Sementara, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memproyeksikan IHSG pada Senin (11/8/2025), akan bergerak mixed cenderung melemah dalam rentang level support 7.470 dan resistance 7.660 dengan indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) menunjukkan pelemahan tren yang masih berlanjut.

Audi memandang, pekan depan pasar akan menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) untuk Juli 2025 yang diperkirakan naik 3% yoy. 

Data ini dinilai berpotensi membuat Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed), belum bersikap sepenuhnya dovish. 

"Sehingga cenderung berdampak negatif untuk pasar saham," kata Audi.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta memproyeksikan level support IHSG pada Senin (11/8) berada di kisaran 7.428 dan 7.358, sedangkan level resistance berada di 7.585 dan 7.659.

Menurutnya, pergerakan IHSG pekan depan akan dipengaruhi oleh dinamika implementasi tarif resiprokal AS, serta perkembangan inflasi AS yang akan menjadi perhatian, khususnya data Indeks Harga Konsumen Amerika Serikat (Consumer Price Index/CPI).

"Meskipun diperkirakan masih terdapat tekanan inflasi, pelaku pasar tetap optimis bahwa The Fed berpeluang menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps paling cepat pada September," jelas Nafan.

Untuk sentimen domestik, pelaku pasar akan menanti data penjualan ritel Indonesia yang diproyeksikan masih mencatat pertumbuhan.

Rekomendasi Saham

Audi merekomendasikan sejumlah saham pilihan dengan teknikal analisis, antara lain:

1. PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL)

Rekomendasi: Trading buy

Support: Rp 2.540 

Resistance: Rp 2.780

2. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) 

Rekomendasi: Speculative buy

Support: Rp 2.890 

Resistance: Rp 3.100

Sementara itu, Herditya menyarankan untuk mencermati sejumlah saham antara lain PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON) di target harga Rp 79-Rp 82 per saham, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) dengan target harga Rp 388-Rp 398 per saham dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) pada target harga Rp 7.475-Rp 7.700 per saham.