Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Yunus Yosfiah: Prajurit Kopassus, Senior Prabowo dan Jenderal Kehormatan

Sorot mata Yunus Yosfiah masih menyimpan ketegasan khas prajurit. Pada usia yang tak lagi muda, sosoknya kembali mendapat sorotan publik setelah

Bagikan:
Mantan Menteri Penerangan Letjen (Purn) TNI Yunus Yosfiah. (Foto: istimewa)
Mantan Menteri Penerangan Letjen (Purn) TNI Yunus Yosfiah. (Foto: istimewa)
A A

nusantaraterkini.co, MEDAN - Sorot mata masih menyimpan ketegasan khas prajurit. Pada usia yang tak lagi muda, sosoknya kembali mendapat sorotan publik setelah menganugerahkan gelar .

Bagi Prabowo, Yunus bukan sekadar tokoh , tetapi juga seorang kakak angkatan di dunia militer. Lahir pada 7 Agustus 1944, Yunus menempuh pendidikan di dan menuntaskannya pada 1965, di tengah riuhnya situasi politik nasional kala itu.

Dari RPKAD ke

Begitu lulus, Yunus langsung bergabung dengan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD)—cikal bakal Komando Pasukan Khusus (). Kariernya dimulai dari posisi komandan peleton di Grup 2.

Jalan militernya terus menanjak. Yunus dipercaya memimpin Kompi di Grup 2, lalu Kompi di Grup 4, hingga memegang kendali Batalyon Infanteri 744. Di setiap penugasan, ia dikenal sebagai komandan yang keras terhadap disiplin, namun dekat dengan prajuritnya.

Menteri yang Mengubah Tradisi

Tahun 1998, di masa transisi politik Indonesia, Yunus dipercaya memimpin Kementerian Penerangan. Masa jabatannya singkat, hanya hingga 1999, tetapi ia membuat gebrakan besar: menghentikan penayangan film G30S/PKI yang sebelumnya selalu tayang setiap 30 September.

Keputusan ini diambil dengan alasan film tersebut tidak akurat secara sejarah, sarat muatan versi Orde Baru, dan mengandung adegan kekerasan yang dinilai bisa memecah belah masyarakat. Kebijakan ini menjadi salah satu langkah simbolik reformasi di bidang informasi dan media.

Langkah di Dunia Politik

Usai meninggalkan kursi menteri, Yunus menapaki jalur politik. Tahun 2002, ia bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan duduk sebagai anggota DPR periode 2004–2009.

Namun, perjalanannya di politik tak berhenti di sana. Sejak 2015, ia menjadi bagian dari Partai Gerindra dan dipercaya sebagai anggota Dewan Pembina.

Kini, dengan gelar di pundaknya, kembali dikenang bukan hanya sebagai perwira Kopassus yang berkarier panjang, tetapi juga sebagai figur yang ikut mewarnai perjalanan sejarah politik dan militer Indonesia.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait