JAKARTA-Presiden Prabowo Subianto mengundang para mantan menteri dan wakil menteri luar negeri ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (4/2/2026). Pertemuan ini menjadi ajang kumpul para pakar diplomasi lintas zaman untuk memberikan masukan kepada Presiden mengenai situasi dunia atau geopolitik yang sedang hangat saat ini.
Baca Juga : Presiden Prabowo Tiba di AS untuk Bertemu Presiden Trump Bahas Penguatan Hubungan Bilateral
Mulai dari jam 14.30 WIB, tokoh-tokoh yang sudah tidak asing lagi mulai berdatangan. Terlihat mantan Menlu Retno Marsudi yang langsung masuk ke dalam gedung, disusul oleh Alwi Shihab, Marty Natalegawa, hingga mantan Wamenlu Dino Patti Djalal. Kedatangan mereka disambut hangat sebagai narasumber ahli bagi pemerintah.
Baca Juga : Misi Kemanusiaan di Gaza, Indonesia Siagakan 8.000 Prajurit TNI untuk Penugasan Juni 2026
Wakil Menteri Luar Negeri saat ini, Arrmanatha Nasir, menjelaskan bahwa Presiden memang ingin mendengar langsung pandangan dari para senior dan pengamat terkait kondisi global.
“Bapak Presiden hari ini menerima para Menlu, wakil Menlu, juga mantan Menlu, wakil Menlu, serta para think tank untuk berdiskusi,” kata Arrmanatha di lokasi acara.
Baca Juga : Shohibul Anshor: Resolusi PBB 2803 Legalisasi Penjajahan Gaya Baru, Bukan Jalan Damai
Marty Natalegawa sendiri mengaku belum tahu persis apa saja yang akan dibicarakan secara detail di dalam. Ia menyebut kedatangannya adalah untuk memenuhi undangan resmi dari Presiden.
Baca Juga : Komisi I Soroti Keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza Bentukan AS
“Saya tidak tahu, sama dengan Anda-Anda. Saya hanya memenuhi undangan,” ujarnya dengan ramah kepada wartawan, seperti dilansir RMOL.
Sementara itu, Dino Patti Djalal memberikan sedikit bocoran. Menurutnya, surat undangan yang ia terima menyebutkan bahwa diskusi akan fokus pada arah politik luar negeri Indonesia, termasuk isu Palestina yang selalu menjadi perhatian bangsa.
Baca Juga : Ratna Juwita: Harga Minyak Dunia Turun Bukan Sinyal untuk Lengah
“Undangan untuk datang, dan dalam suratnya disampaikan mengenai politik luar negeri, arah politik luar negeri, including Palestina,” ungkap Dino.
Sambil bercanda, Dino juga mengungkapkan perasaannya kembali ke tempat kerjanya dulu, “Saya nanti saja. By the way, I miss this place (Ngomong-ngomong, saya rindu tempat ini),” tutupnya.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
