Pakar HTN: Penempatan Polri di Bawah Presiden Adalah Mandat Final Reformasi
Pakar HTN menegaskan Polri di bawah Presiden adalah mandat final reformasi, sesuai TAP MPR dan UU Polri pascareformasi 1998.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA- Pakar Hukum Tata Negara (HTN) Muhammad Rullyandi, menegaskan bahwa posisi Polri langsung di bawah Presiden merupakan desain final ketatanegaraan pasca-Reformasi 1998. Dalam RDP bersama Komisi III DPR, Kamis (8/1/2026), ia menyebut gagasan menarik Polri ke bawah kementerian sebagai langkah mundur bagi demokrasi.
"Penempatan Polri di bawah Presiden merupakan desain final reformasi ketatanegaraan pascareformasi 1998. Hal ini telah ditegaskan melalui TAP MPR Nomor VII/MPR/2000 dan kemudian diatur lebih lanjut dalam UU Polri," ujar Rullyandi, dalam RDP Komisi III DPR soal Reformasi Polri, Kejaksaan dan Pengadilan di ruang rapat Komisi III DPR, Kompleks Parlemen Senayan.
Meski demikian, ia mengkritisi praktik ketatanegaraan yang dinilai inkonsisten, khususnya dalam pelaksanaan putusan pengadilan. Ia mencontohkan putusan PTUN Nomor 64 yang telah berkekuatan hukum tetap sejak 16 Desember 2024, namun dinilai belum sepenuhnya dilaksanakan.
“Negara hukum mensyaratkan kepatuhan terhadap putusan pengadilan. Jika putusan yang sudah inkracht tidak dijalankan, maka yang dilanggar bukan hanya hukum administrasi, tetapi prinsip negara hukum itu sendiri,” tegasnya.
Ia menutup dengan menekankan pentingnya keseimbangan antara kewajiban dan hak anggota Polri, termasuk pemenuhan kesejahteraan, pembinaan, dan pengawasan yang berkeadilan.
“Perdebatan hari ini sejatinya tidak berdampak pada legalitas penugasan itu sendiri. Yang lebih penting adalah menjaga konsistensi negara hukum dan memastikan reformasi institusional berjalan seimbang,” pungkasnya.
(Cw1/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NASIONALKehadiran Jokowi di PN Jakarta Timur Disambut Antusias Pendukung
Rozie Winata·Beberapa detik yang lalu -
SUMSELJob Fair Sumsel Sediakan 2.500 Lowongan, Gubernur Minta Hapus Syarat Batas Usia
Herman Saleh Harahap·21 menit yang lalu -
SUMUTKAI Sumut Tambah Jadwal KA Datuk Blambangan Rute Tebingtinggi–Siantar, Tarif Hanya Rp5 Ribu
Rozie Winata·29 menit yang lalu -
NASIONALPemerintah Pangkas Bunga UMKM Jadi 8 Persen dan Ambil Alih Kebun Ilegal
Herman Saleh Harahap·44 menit yang lalu -
NEWSSoal Penyadapan, Golkar: Jika Terbukti Makar, Tindak Tegas
Herman Saleh Harahap·53 menit yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALJokowi Ditegur Hakim Saat Sidang Kasus Roy Suryo
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALJokowi Hadiri Sidang Soal Ijazah Ditemani Kaesang dan Kahiyang
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMUTSebanyak 1.341 Kejadian Kekerasan Perempuan dan Anak di Sumut Hingga November
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NEWSPenggerebekan Pesantren Sukoharjo, DPR Minta Penegak Hukum Lebih Profesional
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan