Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Cerita Warga Tandihat di Huntara Tapsel: Fasilitas Memadai, Namun Terkendala Jarak ke Ladang dan Harga BBM

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Rizal Oloan Nasution
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Salah satu warga Tandihat yang sudah menempati Huntara di Kelurahan Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan. (Foto: Rizal Oloan Nasution/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, TAPSEL - Warga Tandihat korban bencana banjir bandang kini sudah menempati Hunian Sementara (Huntara) di Kelurahan Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Rabu (4/2/2026). 

Salah satu warga, Pati Sahrun Dalimunthe mengatakan, di Huntara ini mereka sudah menempatinya selama 7 hari.

Baca Juga : Cerita Hamdan Siregar yang Kehilangan Ibu saat Banjir Landa Tapsel: Tahun Ini Ibu Tidak Bangunkan Saya Sahur Lagi untuk Berpuasa

"Alhamdulillah di Huntara ini bisa tempat tinggal kami, dan kami juga dapat tempat tidur, ditambah lagi makanan," jelasnya kepada Nusantaraterkini.co.

Baca Juga : Keluarga Korban Longsor Kampung Durian Tapsel Ziarah ke Makam Massal

Dia mengaku, di sini warga disiapkan dapur untuk masak, kamar mandi, dan mushola. 

Baca Juga : Hangatkan Ramadan di Pengungsian, Pemprov Sumut Salurkan 4 Lembu untuk Korban Banjir Bandang Tapsel

Huntara ini sendiri dibangun selama satu bulan oleh Danantara dengan jumlah sebanyak 186 unit.

Meski begitu, dia mengeluhkan lokasi Huntara yang cukup jauh menuju ladang. Apalagi, BBM saat ini sedang sulit didapatkan, dan di tingkat eceran dijual Rp25 ribu per liter. 

Baca Juga : Banyak Debu, ISPA Ancam Kesehatan Pengungsi Korban Banjir Bandang di Tapsel

Pantauan wartawan, Huntara itu sudah sebagian ditempati oleh warga. Masing-masing sudah diberi nama di pintu masuk. 

(Ron/nusantaraterkini.co)