Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Wacana Pertemuan Prabowo-Mega, Pengamat: Cairkan Situasi Politik

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Pengamat politik Subiran Paridamos angkat bicara ihwal wacana pertemuan antara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Presiden Terpilih Prabowo Subianto sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra.

Subrian menilai, jika wacana pertemuan kedua tokoh bangsa terwujud sebelum pelantikan Prabowo sebagai presiden, maka bakal menurunkan tensi politik antara PDIP dan kubu Presiden Jokowi yang sudah berlangsung panas sejak Pilpres 2024. 

Baca Juga : Izin Tambang Martabe Dicabut, PT Agincourt Resources Layangkan Surat Klarifikasi

"Pertemuan presiden terpilih Prabowo Subianto dan Megawati akan menjadi jembatan komunikasi politik untuk sedikit meredakan ketegangan dan perang urat saraf antara kubu Jokowi dan kubu PDIP," katanya, Sabtu (14/9/2024).

Baca Juga : DPR Dukung Instruksi Prabowo Bersih-Bersih BUMN, Nasim Khan: Jangan Ada Tebang Pilih

Dia juga meyakini pertemuan dua tokoh yang saling berhadap-hadapan di Pilpres 2024 hingga di Pilkada 2024 ini, akan membuka ruang negosiasi terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. 

"Setidaknya akan membuka negosiasi dan tawar menawar kepentingan politik terkait pemerintahan Prabowo-Gibran 5 tahun kedepan," tutur Direktur Eksekutif Sentral Politika ini.

Baca Juga : 58 Hari Pascabencana, PDI Perjuangan Laksanakan Perayaan Natal di Hutanabolon Tapteng

Kendati demikian, kata dia, pertemuan kedua tokoh itu tak hanya sekadar membuka ruang tawar menawar terhadap kekuasaan, namun akan lebih pada memainkan peran masing-masing di pemerintahan ke depan. 

Baca Juga : HUT ke-18 Gerindra: Sinyal Dua Periode Mengudara di Senayan

"Tentu pertemuan itu bukan sekedar pertemuan untuk tawar menawar kekuasaan, atau pembagian kue kekuasaan, tetapi komitmen kedua tokoh untuk memainkan peran masing-masing baik di dalam pemerintahan maupun di luar pemerintahan," tandasnya. 

Sementara itu, Politisi Senior PDIP Pramono Anung mengaminkan pertemuan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Ketum Gerindra sekaligus Presiden Terpilih Prabowo Subianto. Pramono menyebut pertemuan itu akan terjadi pada waktunya.

Baca Juga : Partai Gerindra Gelar Sosialisasi Penggunaan Cortex Bersama Direktorat Jenderal Pajak

"Nanti pada waktunya lah," kata Pramono.

Pramono tidak menyebut kapan jadwal pertemuan itu. Yang jelas menurutnya, komunikasi Megawati-Prabowo berjalan baik.

"Tapi yang jelas komunikasinya berjalan dengan baik," ucapnya

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengatakan ada rencana pertemuan Ketum Gerindra sekaligus presiden terpilih Prabowo Subianto dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. 

Muzani menyebut pertemuan itu tinggal mencocokkan waktunya.

Menurut Muzani, upaya untuk mempertemukan para tokoh bangsa adalah hal yang baik dan mulia. Dia mengatakan rencana pertemuan itu tinggal menunggu kecocokan waktu antara Prabowo dengan Megawati.

"Jadi upaya untuk mempertemukan para pemimpin bangsa saya kira adalah upaya yang mulia, yang baik," kata Muzani

"Saya kira upaya itu terus kita usahakan untuk mencocokkan waktu," imbuhnya.

Muzani belum membeberkan terkait kepastian waktu pertemuan antara Prabowo dan Megawati tersebut.

Sebelumnya, Ahmad Muzani mengungkapkan rencana pertemuan Prabowo dengan Megawati akan berlangsung sebelum pelantikan Prabowo sebagai Presiden RI atau sebelum 20 Oktober 2024.

"Pokoknya Insyaallah akan terjadi sebelum pelantikan," ujar Muzani.

Dia menjelaskan Megawati sempat menyampaikan salam kepada Prabowo. Menurutnya hal itu menjadi tradisi yang baik antar pemimpin bangsa.

"Ya sebagai sesama pemimpin bangsa saya kira saling memberi salam, saling menyampaikan salam adalah tradisi yang baik. Salam itu adalah bentuk penghormatan, salam itu adalah doa kebahagiaan kepada orang yang dituju, saling mendoakan saling pengharapan di antara sesama pemimpin bangsa adalah sesuatu yang baik yang harus menjadi tradisi dalam bersilaturahmi," imbuhnya.

(cw1/Nusantaraterkini.co)