Upaya Konstitusional Mahasiswa Menguji MD3, DPR Nilai Wajar
Mahasiswa ajukan uji materi UU MD3 terkait mekanisme PAW, DPR menilai langkah judicial review sebagai dinamika demokrasi yang wajar.
Nusantaraterkini.co-JAKARTA- Langkah hukum yang ditempuh oleh sekelompok mahasiswa untuk menguji Undang-Undang tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, dan Dewan Perwakilan Daerah (UU MD3) disambut santai oleh parlemen. DPR menganggap pengajuan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai dinamika biasa dalam sistem demokrasi.
Gugatan ini diajukan oleh lima mahasiswa yang menuntut adanya mekanisme bagi rakyat untuk memberhentikan anggota DPR yang dinilai telah kehilangan legitimasi.
Baca Juga : Golkar Klaim Tidak Mendorong Revisi UU MD3
Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Bob Hasan, menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak konstitusional untuk mengajukan klaim atau gugatan uji materi.
"Boleh saja, setiap warga negara tidak tertutup kemungkinan untuk melakukan klaim maupun juga mengajukan gugatan judicial review, itu bagus," ujar politikus dari Fraksi Gerindra tersebut saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Dalam permohonannya, para mahasiswa secara spesifik menyoroti Pasal 239 ayat (2) huruf d UU MD3. Mereka berpandangan, pasal tersebut memberikan kekuasaan yang terlalu eksklusif kepada partai politik dalam menentukan proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR.
Menurut penggugat, kewenangan PAW yang sepenuhnya berada di tangan partai politik rentan disalahgunakan dan dapat mengesampingkan objektivitas dalam pengambilan keputusan.
Baca Juga : Revisi UU MD3 Sepakat Ditolak, Dasco: Paling Tidak Sampai Oktober Mendatang
Menanggapi kritik tersebut, Bob Hasan menjelaskan bahwa mekanisme PAW memang merupakan bagian tak terpisahkan dari kerangka UU MD3, yang secara inheren melibatkan peran partai politik dalam penentuan penggantian anggota.
“Ketika (anggota) sudah masuk menjadi wakil rakyat, maka itu diatur oleh MD3. Nah MD3 itu juga dimasuki bagian daripada adanya pelibatan partai politik,” katanya.
Mengenai tuntutan mahasiswa agar penentuan PAW dikembalikan kepada keputusan rakyat, Bob Hasan menyerahkan sepenuhnya hal itu kepada kewenangan Mahkamah Konstitusi. Ia menekankan bahwa DPR akan menghormati proses yang berjalan di lembaga peradilan tersebut.
“Itu semua kan di Mahkamah Konstitusi, itu bukan masalah bisa dan tidak bisa, akan dipertimbangkan sepanjang ada tarikannya dengan konstitusi kita UUD 1945,” pungkas Bob Hasan, menggarisbawahi landasan konstitusional dalam pengujian undang-undang.
(*/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SEPAKBOLAJadwal Lengkap Super League dan Championship Indonesia Hari Ini
Herman Saleh Harahap·45 menit yang lalu -
EKONOMIMenaker: Ekonomi Sirkular Buka Peluang Jutaan Lapangan Kerja Baru
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
PENDIDIKANNihayatul Wafiroh Dorong Magang Nasional Jadi Jembatan Lulusan ke Dunia Kerja
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
PERISTIWAPenembakan Massal di Krakow Polandia Tewaskan Enam Orang
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWSKapolri Didesak Buka Daftar Korban Penyadapan yang Seret Mantan Petinggi Polri
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
PERISTIWATNI Temukan Black Box M-17 yang Jatuh Saat Tugas Karhutla
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
E-SportMPL ID Season 18: BTR Tumbangkan TLID 4-3, Melaju ke Grand Final
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
-
INTERNASIONALIran-AS Kembali Memanas! Dua Rudal Hantam Pulau Qeshm, Trump Akui Serangan Terbatas
hendra·11 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALTegur Suami Gegara Judi, Istri di Jakbar Dianiaya hingga Disundut Bara Rokok
hendra·11 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan